Netral English Netral Mandarin
15:11 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Kembali Serang KPK, DT: Lembaga Antikorupsi Jadi Tempat Bandit-bandit Munafik Cari Duit

Kamis, 24-December-2020 22:39

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi PDIP Dewi Tanjung kembali menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi lewat cuitannya di media sosial. Kali ini Dewi mengatakan bahwa KPK saat ini jadi lembaga antikorupsi yang diisi bandit-bandit munafik pencari duit.

Sebabnya, ia mendapatkan informasi dari salah satu tahanan kasus korupsi di Sukamiskin, Bandung yang mengatakan bahwa dirinya ditawarkan keringanan masa tahanan namun dengan syarat ada nominal yang harus disetorkan ke penyidik KPK.

“Miris sekali KPK lembaga Antikorupsi Tapi manusia di dalamnya Bukan MALAIKAT yg maha suci & baik



Nyai dapat info dr koruptor Sukamiskin dia di tawarin keringan masa tahanan tapi ada Nominal yg di setorkan ke penyidik KPK

Lembaga antikorupsi jd tempat bandit2 munafik mencari duit,” tulis Dewi di akun Twitterya, Kamis (24/12/2020).

KPK sendiri saat ini tengah menangani beberapa kasus korupsi yang sudah memakan korban dua menteri di Kabinet Indonesia Membangun. Salah satunya adalah kasus korupsi bantuan sosial oleh eks Menteri Juliari Batubara, salah satu kader PDIP, sama seperti Dewi.

Kasus ini bahkan ikut menyeret anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang disebut menjadi perantara terpilihnya Sritex sebagai salah satu vendor bansos di Kemensos.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut informasi soal keterlibatan Gibran baru merupakan rumor yang sudah diklarifikasi oleh Gibran.

"Kan sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan sendiri, oleh Mas Gibran kan gitu," kata Alexander Marwata, saat ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam acara Hakordia di Gedung Putih, Kantor Bupati, Kompleks Kantor Terpadu Pemkab Boyolali, Rabu (23/12/2020).

Alex, sapaannya, mengatakan semua informasi terkait kasus korupsi bakal menjadi perhatian penyidik. Namun, pihaknya memastikan informasi tanpa disertai alat bukti tidak akan ditindaklanjuti.

"Sekarang masih dalam proses penyidikan, nanti informasi apa yang berkembang di masyarakat, itu pasti akan menjadi perhatian dari penyidik. Ya tentu nggak semua informasi, kalau misalnya hanya sebatas isu, desas-desus ngapain juga kita klarifikasi," jelas dia.

"Semua berdasarkan kecukupan alat bukti, kalau penyidik misalnya mendapatkan dua alat bukti yang saling mendukung, mungkin itu akan kita kembangkan. Tapi kalau hanya katanya, katanya, katanya, nggak," sambung Alex.

Alex kembali menegaskan pihaknya hanya akan menindaklanjuti dugaan Gibran terlibat korupsi bansos jika ada alat bukti. Ketika ditanya wartawan apakah KPK akan menindaklanjuti informasi itu, Alex bicara soal rumor.

"Ngapain (ditindaklanjuti), nggak itu kan baru rumor. Kalau hanya rumor itu banyak banget kita dengar. Sepanjang semua ada alat buktinya. Jadi kita akan melakukan dengan profesional, dengan basis alat bukti. Kalau hanya rumor, nggak," ujar Alex.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati