Netral English Netral Mandarin
15:35wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Kembangkan Bakat Musik Anak Keluarga Tak Mampu, Aktivis Pendidikan Ini Berikan Kursus Gitar Gratis

Selasa, 30-Maret-2021 13:00

Aktivis pendidikan, Iskandar Sutadisastra, memberikan pengajaran atau kursus bermain gitar secara gratis
Foto : Istimewa
Aktivis pendidikan, Iskandar Sutadisastra, memberikan pengajaran atau kursus bermain gitar secara gratis
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang aktivis pendidikan, Iskandar Sutadisastra, memberikan pengajaran atau kursus bermain gitar secara gratis kepada anak-anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu.

Iskandar Sutadisastra yang merupakan pendiri lembaga pendidikan Flying Star Daycare mengatakan program ini diluncurkan agar anak-anak tetap bisa mengembangkan minat dan bakatnya meski di masa pandemi COVID-19.

"Selama masa pandemi, waktu anak-anak belajar sambil bermain berkurang, bahkan cenderung tidak ada. Diharapkan program belajar gitar gratis ini menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan mereka," kata Iskandar Sutadisastra saat ditemui di wartawan.

Di masa pandemi ini, jelas Iskandar, dirinya menerapkan metode pembelajaran secara _one on one_ atau satu siswa satu pengajar dan jarak antara mereka 1,5 meter, serta menggunakan masker. Dengan begitu tidak terjadi kerumunan.

"Jika dirasa sudah memungkinkan maka anak tersebut akan melanjutkan belajarnya secara online," terangnya.

Dipastikan dirinya sudah menyiapkan alat musik gitar ditempatnya. Dengan begitu anak-anak bisa menggunakan. Selain itu, staf pengajarnya merupakan ahli di bidangnya.

Bagaimana jika anak-anak tersebut tidak memiliki gitar untuk belajar di rumah. Iskandar Sutadisastra menyebutkan, saat ini dirinya secara swadaya memberikan solusinya. Ia berencana akan mengajak berbagai pihak untuk terlibat dan peduli terhadap dunia pendidikan dan mengembangan potensi pada anak-anak Indonesia.

"Misalnya dengan memberikan gitar, dengan begitu mereka bisa bermain gitar di rumah," tuturnya.

Sebagai informasi, Iskandar Sutadisastra telah menjalankan beberapa program pendidikan untuk masyarakat. Di bawah naungan Starisa School ia memiliki program Kejar Paket A dan C gratis untuk masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikannya.

Sementara itu di Provinsi Banten ia mendirikan yayasan pendidikan khusus penyandang disabilitas.

Iskandar Sutadisastra mengaku, dirinya menjalankan program ini dibantu oleh beberapa rekannya yang memiliki kepedulian terharap dunia pendidikan di Indonesia.

Ia juga menginformasikan bahwa Starisa School telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan DKI sebagai salah satu sekolah percontohan bagaimana menjalankan metode pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi setelah sekian lama belajar secara online.

"Rencananya, Pemprov DKI mulai memperbolehkan belajar secara tatap muka di sekolah Juli 2021. Sebelum diterapkan secara umum, Starisa School dijadikan sekolah percontohan bagaimana protokol kesehatan harus diberlakukan secara ketat, jarak antar siswa diatur, dan sebagai," katanya.

Katanya, menjadi sebuah kehormatan bagi Starisa School menjadi sekolah percontohan ini sejak didirikan 10 tahun lalu.

"Menjadi catatan sejarah tersendiri sekaligus sebagai pengakuan dari pemerintah dan masyarskat terhadap kredibilitas kami sebagai lembaga pendidikan dari pemerintah," ujarnya dengan nada bangga.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli