Netral English Netral Mandarin
01:47wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Kemendag: HPE Produk CPO Periode Agustus 2021 Turun 4,16 Persen

Sabtu, 31-Juli-2021 19:00

Ilustrasi Sawit
Foto : Istimewa
Ilustrasi Sawit
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Agustus 2021 mengalami penurunan. Sebelumnya Harga Patokan Ekspor (HPE) produk CPO USD1.094,15 per metric ton (MT) menjadi USD1.048,62 per MT. Harga referensi ini turun USD45,53 atau setara 4,16 persen.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 Tahun 2021 tentang Penetapan HPE atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

"Saat ini harga referensi CPO menurun tetapi masih melampaui threshold USD750 pernMT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD93 per MT untuk periode Agustus 2021," kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Pedagangan (Kemendag), Indrasari Wisnu Wardhana dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021).

BK CPO untuk Agustus 2021 merujuk pada Kolom 7 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 166/PMK.010/2020 sebesar USD93 per MT. Nilai tersebut berubah dari BK CPO untuk periode Juli 2021, yaitu sebesar USD116 per MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Agustus 2021 sebesar USD2.350,66 per MT menurun 2,38 persen atau USD57,32 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar USD2.407,98 per MT. Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Agustus 2021 menjadi USD2.067 per MT, menurun sebesar 2,64 persen atau USD56 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar USD2.123 per MT.

"Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5 persen. Untuk HPE produk kulit dan kayu tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Demikian juga dengan BK komoditas produk kayu dan produk kulit," pungkas dia.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani