Netral English Netral Mandarin
08:56wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Kemendes PDTT Advokasi Masyarakat Manfaatkan Lahan Non Produktif untuk Pemasukan Desa

Senin, 16-Agustus-2021 09:25

Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Muhammad Fachri
Foto : Kemendes PDTT
Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Muhammad Fachri
29

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah melakukan advokasi agar masyarakat desa dapat memanfaatkan lahan-lahan non produktif sehingga memberikan pemasukan di desa.

Demikian disampaikan Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT Muhammad Fachri, baru-baru ini di Jakarta.

"Status lahan di desa kan macam-macam. Ada bengkok, ada kawasan hutan bahkan milik pribadi," kata dia.

Dia mengumpamakan, ada orang Jakarta yang memiliki lahan 10 hektar selama puluhan tahun, tetapi tidak diapa-apakan. Ini menurutnya bisa dimanfaatkan tergantung komunikasi. 

Kemendes PDTT dorong desa untuk membuat konsensi untuk memiliki lahan-lahan agar bisa dikelola sehingga bisa produktif untuk dimanfaatkan masyarakat tapi tidak untuk dimiliki. "Ini yang sedang kita advokasi ke lapangan," sambung Muhammad Fachri.

Muhammad Fachri menjelaskan, Kemendes PDTT sedang serius melakukan identifikasi semua masalah di lapangan yang akan dilanjutkan dengan fasilitasi dan pendampingan sampai ke tahap penjualan komoditas yang diproduksi.

Harapannya hasil produksi pemanfaatan lahan tidak hanya terjual di dalam negeri tapi juga bisa diekspor ke negara-negara lain.

"Tahun ini kita melakukan identifikasi sampai kita buatkan panduan fasilitasinya. Akhir tahun atau tahun depan kita sudah mulai fasilitasi ke desa-desa yang memiliki potensi lahan yang cukup besar tapi belum dimanfaatkan dengan baik," paparnya.

Melalui skema kolaboratif, Kemendes PDTT juga mengajak berbagai pihak. Maka dari itu pihaknya juga berharap desa bisa membuka diri untuk dilakukan pendampingan-pendampingan aktif seperti bagaimana cara menanam, komoditas apa yang tepat untuk di struktur tanah tersebut. 

"Kemudian mengarahkan bagaimana menjadikan komoditas-komoditas itu layak pasar atau bahkan layak ekspor. Impian kita kesana," harap Fachri.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli