3
Netral English Netral Mandarin
10:48 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Kemenkes Pastikan Vaksin Sinovac Aman dan Tidak Akan Menimbulkan Penyakit

Senin, 22-Februari-2021 18:42

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid
Foto : Netralnews-Martina Rosa Dwi Lestari
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid menjelaskan, Vaksin Sinovac berisi virus yang sudah dimatikan dan telah dipastikan dosisnya untuk disuntikkan pada sasaran vaksinasi. Dia menegaskan, vaksin tidak akan menimbulkan penyakit dan mampu memberi stimulus tubuh untuk memberikan respon pada virus dengan memberikan antibodi.

Dia juga sampaikan keprihatinan pada beberapa kejadian tenaga kesehatan dan beberapa tokoh masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Tetapi demikian, sebagian besar tenaga kesehatan dan masyarakat yang memperoleh vaksinasi tahap pertama, mereka belum mendapatkan suntikan dosis kedua.

“Vaksin tidak akan menimbulkan penyakit. Tenaga kesehatan yang kita ketahui positif terpapar oleh Covid-19, pada saat vaksinasi juga belum ada gejala,” ujar dia saat memberikan keterangan pers, Penjelasan Mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Covid-19 secara virtual, Senin (22/2/2021).

Lebih lanjut dia jabarkan bahwa 40 persen kasus Covid-19 adalah kasus yang memiliki gejala. Sebesar 60 persennya, memiliki gejala yang sangat ringan bahkan tidak dirasakan pada orang yang terinfeksi Covid-19.

Terkait masa inkubasi Covid-19 adalah satu sampai dengan 14 hari. Pada rentang waktu lima sampai enam hari, sebelum muncul gejala, keterpaparan virus sangat mungkin terjadi pada saat sebelum menerima vaksinasi.

“Kami tegaskan vaksin buatan Sinocav aman dan bermutu. Ada izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), artinya betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan dan penyuntikannya tidak menimbulkan penyakit,” jelas dia.

Vaksinasi juga sudah dilakukan pada tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun. Sampai saat ini, pihaknya mengaku tidak menerima laporan adanya kasus kejadian ikutan pasca imunisasi yang signifikan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Dr dr Hindra Irawan Satari Spa(K), MtropPaed mengatakan, tidak semua kejadian ikutan pasca imunisasi terkait dengan pemberian imunisasi. Ada beberapa hal yang terkait dengan kejadian ikutan seperti alasan cacat produk, dari pabrik memang tidak berkhasiat, cara penyuntikkan yang salah atau bahkan bisa karena reaksi kecemasan.

“Jadi bukan gara-gara kandungan vaksin, tapi karena proses saat vaksinasi misalnya ketegangan. Tidak terkait imunisasinya,” tegas dia.

Dia jelaskan, untuk memastikan kejadian ikutan perlu kajian dan tim independen. Maka dari itu Menteri Kesehatan membentuk sebuah Komnas, terdiri dari anggota dari berbagai profesi hingga ke daerah.

“Sebesar 64 persen respon vaksinasi terkait dengan kecemasan karena proses imunisasi. Jadi bukan karena kandungan imunisasinya,” tegas dia berdasarkan data laporan dari 22 provinsi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati