Netral English Netral Mandarin
04:13 wib
Basarnas mengungkapkan banyak petugas dan relawan pencari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes menggunakan rapid test antigen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menetapkan standarisasi kecepatan hasil deteksi virus corona (SARS-CoV-2) menggunakan swab test atau tes usap metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemenkes: Penerima SMS Blast Vaksinasi Segera Registrasi Ulang

Kamis, 14-January-2021 13:49

Logo Kementerian Kesehatan
Foto : Istimewa
Logo Kementerian Kesehatan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sehari setelah penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) vaksinasi akan dilakukan serentak dan bertahap kepada tenaga Kesehatan dan tenaga penunjang Kesehatan di 34 provinsi di Indonesia. 

Sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan vaksinasi, Kementerian Kesehatan kembali mengirimkan SMS Blast untuk registrasi kepada 500 ribu kelompok prioritas penerima vaksinasi COVID-19 di 91 kabupaten/kota. Pengiriman SMS Blast dimulai pada Hari Selasa pukul 24.00 WIB.

“Kita akan lakukan evaluasi malam ini berapa yang sudah masuk, kami juga sudah bisa melihat di dashboard memang saat ini kurang lebih baru sekitar 71 ribu yang melakukan registrasi dan kita tunggu sampai nanti malam, karena kan angka ini terus bergerak” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Maruf dalam temu media update SMS Blast vaksinasi COVID-19, seperti dilansir dari laman Kemenkes, Kamis (14/1/2021).



Evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana calon penerima vaksin COVID-19 melakukan registrasi dan verifikasi data. Apabila registrasi tidak dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan, nantinya sasaran akan di data oleh petugas dari TNI maupun Polri untuk mengidentifikasi penyebab tenaga kesehatan tidak melakukan registrasi ulang.

Untuk itu, Anas mengimbau dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendorong penerima SMS Blast agar segera melakukan registrasi ulang di dua saluran yang disediakan yakni web pedulilindungi.id serta call/UMB *119#.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada teman-teman di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota supaya menyiapkan Kembali SDM Kesehatan calon penerima vaksin pada tahap pertama ini untuk segera melakukan registrasi, karena malam ini kami akan lakukan evaluasi” imbuhnya.

Senada dengan Anas, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi berharap agar penerima SMS Blast untuk segera memberikan respon berupa registasi ulang. Langkah ini penting sebagai bagian dari upaya menyukseskan program vaksinasi di tanah air.

“Di dalam notifikasi ini akan mendapatkan registrasi atau elektronik tiket yang nanti akan dibawa oleh para tenaga Kesehatan untuk mendapatkan vaksin di tempat fasilitas pelayanan Kesehatan, bisa di tempat petugas Kesehatan itu bekerja ataupun di tempat fasilitas pelayanan Kesehatan lain di sekitar tempat petugas kesehatan itu bekerja,” kata Nadia.

Sementara itu, Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid, bagi tenaga Kesehatan yang tidak mendapatkan SMS Blast diminta segera melaporkan via email di vaksin@pedulilindungi.id atau melapor di dinas Kesehatan kota atau kabupaten setempat.

“Kami berharap program vaksinasi ini bisa dilakukan secepat mungkin, ini juga bisa menjadi contoh untuk pelaksanaan vaksinasi tahap selanjutnya yang lebih besar,” tuturnya.

Nadia menuturkan bahwa pelaksanaan SMS Blast ini akan terus dikawal oleh pemerintah. Termasuk apabila tenaga Kesehatan menghadapi kendala dan kesalahan input data saat proses registrasi, maupun saran bisa menghubungi melalui Hotline Vaksinasi COVID-19 di nomor 119 ext 9.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli