Netral English Netral Mandarin
12:41wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Kemenkes Tegaskan Lansia dengan Komorbid Boleh Terima Vaksin COVID-19 asal Penyakitnya Terkontrol

Jumat, 13-Agustus-2021 15:40

Ilustrasi lansia.
Foto : freepik.com
Ilustrasi lansia.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Masyarakat lanjut usia (lansia) yang memerlukan kini sudah boleh mendapatkan vaksin COVID-19 meski memiliki penyakit komorbid. Hal itu dikatakan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid

"Banyak sekali hoaks yang kemudian membuat lansia berpikir komorbid tak bisa divaksin. Padahal, vaksin sudah dirancang untuk yang memiliki komorbid. Kita tahu vaksin ini ditujukan untuk virus penyebab COVID-19 dan virus ini berisiko dialami orang dengan komorbid," ujarnya dalam diskusi interaktif virtual yang digelar KPC-PEN, Jumat (13/8/2021).

Walau begitu, sama seperti dengan orang pada umumnya, sebelum disuntik, komorbid yang dialami lansia perlu dipastikan terkontrol.

Pada mereka dengan hipertensi misalnya, vaksin tetap bisa diberikan asalkan tekanan darahnya di bawah 180/110 MmHg dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining.

Sementara bagi kelompok komorbid dengan diabetes, vaksinasi bisa diberikan sepanjang belum ada komplikasi akut dan kondisinya stabil.

"Kalau punya tekanan darah tinggi, di bawah 180, masih bisa disuntik, atau kalau punya penyakit jantung dia tidak sedang sesak, keringat dingin, tidak ada serangan maka vaksinasi tetap bisa diberikan," tutur Nadia.

Nadia mengingatkan pentingnya lansia bisa mendapatkan vaksin seiring sistem daya tahan tubuhnya yang tak sekuat dan secepat orang muda melawan virus, akibat penuaan. Belum lagi penyakit komorbid yang umum pada lansia.

"Sistem (imun) yang berproses lebih lambat (akan lebih lambat mengenali virus penyebab COVID-19), maka itu perlu adanya vaksinasi untuk membantu melatih sistem imun supaya lebih cepat, siap, tanggap, kalau nanti betul-betul terkena COVID-19," ujar Nadia, seperti dilansir dari Antara.

Hal senada diungkapkan dokter yang juga Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Tingkat Pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dr. Reisa Broto Asmoro. Dia menuturkan, setiap orang tak hanya lansia perlu memahami kondisi dirinya. Saat kondisinya sehat, maka dia boleh-boleh saja divaksin.

Dari sisi efektivitas vaksin, dalam kesempatan itu, Direktur PT AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri, mengatakan merujuk data dari Skotlandia dan Inggris, vaksin AstraZeneca mampu mencegah rawat inap pada lansia dengan usia lebih dari 80 tahun dan komorbid sekitar 80 persen.

Temuan studi juga memperlihatkan, bahkan efek samping dosis kedua vaksin AstraZeneca pada lansia lebih ringan ketimbang saat suntikan pertama dengan efikasi yang baik.

Menurut dia, lansia sebaiknya tidak perlu takut disuntik vaksin mengingat manfaatnya untuk melindungi mereka dan masyarakat pada umumnya dari COVID-19

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP