3
Netral English Netral Mandarin
21:39 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Kemenkes Ungkap Sebab Bupati Sleman Positif COVID-19 Meski Sudah Divaksin

Minggu, 24-January-2021 21:30

dr Siti Nadia Tarmidzi, MPH Juru Bicara Vaksinasi COVID-19.
Foto : covid19.go.id
dr Siti Nadia Tarmidzi, MPH Juru Bicara Vaksinasi COVID-19.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bupati Sleman Sri Purnomo diketahui positif COVID-19 usai mendapatkan suntikan pertama Vaksin Sinovac. Ada kemungkinan saat divaksinasi Sri berada dalam masa inkubasi COVID-19.

Sri Purnomo sudah melakukan vaksinasi COVID-19 untuk suntikan pertama pada tanggal 14 Januari 2021, namun ia belum mendapatkan suntikan kedua. Vaksin Sinovac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivated, jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

“Jika melihat rentang waktu dari bapak bupati maka sangat mungkin pada saat bapak bupati divaksinasi beliau ini berada dalam masa inkubasi COVID-19 di mana tentunya sudah terpapar virus COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala,” kata dr Siti Nadia Tarmidzi, MPH Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dilansir dari laman Kemenkes, Minggu (24/1/2021).

Dijelaskan dia, secara alamiah waktu antara terpapar virus dan munculnya gejala atau load virus itu sedang tinggi-tingginya, sekitar pada 5 sampai dengan 6 hari. Menurutnya, hal ini adalah waktu yang pas karena Bupati Sleman divaksinasi pada tanggal 14 Januari sementara hasil pemeriksaan swab  positif di tanggal 20 Januari.

Vaksinasi COVID-19 membutuhkan 2 kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang telah terbentuk. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa yang akan datang.

Suntikan kedua berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal dan imunitas. Ini baru akan terbentuk secara baik setelah 3 minggu suntikan kedua.

“Untuk itu perlu dipahami bersama meskipun kita sudah divaksinasi COVID-19 masih ada risiko terpapar virus COVID-19, namun tentunya diharapkan vaksin ini akan dapat mengurangi kemungkinan sakit,” ucap dr Nadia.

Proses pemberian vaksinasi tetap dilakukan seperti yang sudah ditargetkan bagi seluruh masyarakat. Dr Nadia berpesan dengan adanya vaksinasi semua masyarakat masih punya kewajiban untuk menjalankan protokol kesehatan karena selain tetap harus menjaga diri juga masih butuh waktu bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa mencapai kekebalan kelompok. 

Sehingga upaya 3M yakni menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan 3T, yakni Tracing, Testing, Treatment, serta vaksinasi harus tetap dijalankan secara bersamaan.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kami turut prihatin dengan Bupati Sleman yang saat ini Bapak Sri Purnomo yang dinyatakan diketahui positif COVID-19. Kami sampaikan kondisi beliau saat ini baik dan tidak menunjukkan gejala apapun. Beliau saat ini hampir berusia 60 tahun dan beliau sedang melakukan isolasi Mandiri di rumah dinas,” jelas dr Nadia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP