Netral English Netral Mandarin
10:18wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Kemensos Dukung Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Ponorogo

Minggu, 27-December-2020 20:00

Kunjungan kerja Mensos di Ponorogo
Foto : Humas Kemensos
Kunjungan kerja Mensos di Ponorogo
15

PONOROGO, NETRALNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) berkomitmen penuh untuk melakukan pembangunan berkelanjutan dengan memastikan tidak ada satu orang pun yang tertinggal dalam konsep pembangunan, termasuk penyandang disabilitas. 

Sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pidato Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2020, bahwa saat ini berbagai peraturan dan regulasi telah dibuat dan diterbitkan untuk menjamin hak-hak penyandang disabilitas.

Ia juga menekankan bahwa semua regulasi yang ada akan sia-sia ketika tidak dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019, jumlah penyandang disabilitas sebesar 28,62 juta jiwa (10,65?ri total penduduk Indonesia). Data penyandang disabilitas di dalam rumah tangga yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) per Januari Tahun 2020 sebanyak 1.309.628 jiwa dan non rumah tangga sebanyak 118.422 jiwa.

Kementerian Sosial melaksanakan amanat Presiden untuk mengimplementasikan berbagai regulasi guna menjangkau seluruh penyandang disabilitas salah satunya melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Program ini merupakan manifestasi layanan langsung yang dilakukan oleh UPT serta dilaksanakan melalui pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial.

Program ATENSI terdiri dari 7 komponen layanan yaitu, kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan, dukungan keluarga, terapi (fisik, psikososial, mental spiritual), pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Kemensos juga mengapresiasi langkah setiap Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang merupakan representasi peran serta masyarakat dalam membangun kesejahteraan sosial dengan berbagai inovasi, salah satunya yang dilakukan oleh LKS Rumah Kasih Sayang dan LKS Rumah Harapan yang ada di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini memberikan dukungan pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui LKS tersebut. Bantuan ini berasal dari Direktorat Teknis dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah koordinasi Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, yaitu Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza, Balai Besar Disabilitas "Kartini" Temanggung, Balai Besar Disabilitas "Prof. Dr. Soeharso" Surakarta dan Balai Anak "Antasena" Magelang. 

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan aksesibilitas penyandang disabilitas (kursi roda anak, walker, kruk), alat pelindung diri (suplemen, masker, hand sanitizer, vitamin C dan madu), alat peraga edukasi, bantuan kebutuhan dasar dan peralatan belajar anak, bantuan Sheltered Workshop Peduli (alat membatik dan membuat keset), sembako beras serta layanan day care dan home care

Pada kunjungannya di LKS Rumah Kasih Sayang yang terletak di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Risma juga melihat aktivitas yang dilakukan penerima manfaat, yaitu membuat kerajinan tangan seperti tas dan manik-manik hingga membatik.

Pada awak media, Risma menyampaikan bahwa saudara-saudaranya ini perlu uluran tangan. "Teman-teman Pendamping Rehsos, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mari bersama menolong orang lain. Kalian adalah mata, telinga, mulut dan kaki Kementerian Sosial," kata Risma, Minggu (27/12/2020).

Risma juga mengatakan akan membuat grup daring melalui platform WhatsApp yang beranggotakan pendamping rehsos, pendamping PKH dan Tagana per provinsi untuk respon cepat kasus. Hal ini juga bertujuan agar kinerja para pendamping bisa terukur.

"Apa yang telah disampaikan tentunya masih jauh dari kebutuhan yang sebenarnya. Namun demikian, semoga hal ini menjadi awal semangat kita bersama untuk tetap mampu berbagi dan memberi kemanfaatan serta kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Risma mengajak masyarakat untuk melaksanakan tugas mulia, memberikan pelayanan terbaik kepada penyandang disabilitas maupun pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial lainnya dengan sepenuh hati.

"Kita harus bekerja dengan keras, bekerja dengan cerdas dan bekerja dengan ikhlas. Lakukan yang terbaik untuk Saudara kita yang membutuhkan dan kesejahteraan bangsa ini," ungkap Risma.

Kabupaten Ponorogo dipilih sebagai sasaran bantuan ATENSI karena memiliki tiga kawasan perkampungan yang penduduknya merupakan Penyandang Disabilitas Intelektual dengan kriteria Down Syndrome, penyandang disabilitas sensorik maupun penyandang disabilitas mental.

Ketua LKS Rumah Kasih Sayang, Djaenuri berharap dengan kehadiran Mensos, para warga binaan semakin semangat berkembang, belajar dan berbenah diri agak tidak bergantung kepada orang lain.

"Kami juga berharap Pemerintah terus memberikan dukungan baik moril maupun materil agar penerima manfaat bisa mendapatkan haknya dan potensi teman-teman tergali," jelas Djaenuri. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP