Netral English Netral Mandarin
04:04wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Kemensos Pastikan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 Terima ATENSI Anak

Selasa, 24-Agustus-2021 12:31

Menteri Sosial, Tri Rismaharini
Foto : Kemensos
Menteri Sosial, Tri Rismaharini
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pandemi Covid-19 membuat banyak anak kehilangan orang tua. Anak-anak yang ditinggal orangtua karena Covid-19 secara mendadak harus menjadi anak yatim, piatu atau yatim piatu. 

Hal ini membuat anak berada dalam kondisi rentan karena dapat mengganggu kondisi psikis, tumbuh kembang mereka serta kelangsungan hidup mereka. 

Merespon hal tersebut, Kementerian Sosial saat ini telah merancang program bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 sebagai salah satu langkah strategis untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa dukungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu ini akan disalurkan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Anak yang mencakup dukungan pemenuhan hak hidup layak, layanan perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi sosial psikologis, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan sosial/asistensi sosial dan dukungan aksesibilitas.

“Saya pastikan bahwa anak yatim, piatu dan yatim piatu nanti akan kita bantu melalui Program ATENSI Anak. Dukungan yang kami berikan tidak hanya kebutuhak fisik, tetapi juga dukungan untuk psikososial anak, pengasuhan dan keberlanjutan pendidikan mereka," kata Mensos Risma, seperti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/8/2021).

Mensos sebut, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian, Lembaga lain serta Pemerintah Daerah. Kemudian anak-anak sebelumnya akan diasesmen, sedangkan untuk besaran bantuannya akan disesuaikan dengan hasil asesmen anak. 

“Balai/Loka Rehabilitasi Sosial serta UPT dibawah Kementerian Sosial saat ini juga kami siapkan sebagai shelter perlindungan anak dan keluarga korban Covid-19, ” tegas Risma. 

Lebih lanjut Risma mengungkapkan bahwa Balai Besar, Balai-Balai Kemensos juga membuka dapur umur untuk menyediakan makanan dan telur rebus untuk tenaga-tenaga garis depan, termasuk tenaga Kesehatan, para pendamping, petugas pemulasaran dan pemakaman serta keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kemensos juga mendorong percepatan vaksinasi untuk anak bekerja sama dengan berbagai pihak. 

“ATENSI Anak ini nantinya tidak hanya ditujukan kepada anak-anak yang ditinggal orangtua karena Covid-19 saja, tapi juga akan menyasar ke anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu lainnya binaan LKSA dan yang tinggal dalam keluarga tidak mampu,” tambahnya. 

Data dari Aplikasi SIKS NG per Mei 2021 telah menghimpun masukan data dari 3914 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) menunjukkan bahwa terdapat 191.696 anak berada dalam pengasuhan LKS Anak (Panti Asuhan/Yayasan/Balai). 

Dari jumlah tersebut sebanyak 33.085 anak yatim, 7.160 piatu, dan yatim piatu 3.936. dengan jumlah total 44.181.

“Situasi yang dialami anak yatim, piatu dan yatim piatu ini pastinya tidak mudah untuk mereka lalui, karena itu Kementerian Sosial terus berupaya untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi,” tutur Risma. 

Mensos Risma juga menyampaikan bahwa target sasaran dalam penanganan anak yatim, piatu dan yatim piatu ini ialah sebanyak 4.043.622 anak yang terdiri dari 20.000 anak yang ditinggal orangtua akibat Covid-19, 45.000 anak yang anak diasuh oleh LKSA dan 3.978.622 anak diasuh oleh keluarga tidak mampu.

“Anggaran yang kita perlukan untuk menangani anak yatim, piatu dan yatim piatu ini kurang lebih sekitar 3,2 triliun. Nanti hal ini akan kita koordinasikan dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas RI. Selain itu saya juga meminta sinergi dari Kementerian/Lembaga lainnya serta dukungan masyarakat dan seluruh pihak untuk menangani hal ini," ujar Risma.

Kementerian Sosial terus mendata anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu baik yang ditinggal orangtua karena Covid-19 atau yang berada dalam situasi rentan sehingga perlu dibantu dan menerima manfaat dari program-program Kementerian Sosial. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati