Netral English Netral Mandarin
21:03 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Kemensos: Peksos, Pahlawan Pemelihara Kesehatan Mental di Masa Pandemi 

Minggu, 08-November-2020 07:43

Foto :
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dengan arahan Menteri Sosial RI Juliari P Batubara, Pekerja Sosial (Peksos) diharapkan dapat bekerjasama dengan semua unsur dalam komunitas guna mengadvokasi pentingnya penanaman nilai sosial di masyarakat.

Kehadiran Pekerja Sosial seyogyanya dapat membantu meringankan dampak pandemi COVID-19 dari sisi psikososial dengan mengembangkan pemberdayaan dan relasi berkelanjutan antara orang dengan lingkungan sosialnya.

Di masa pandemi saat ini, Pekerja Sosial tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan satu tujuan yang sama yakni memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak COVID-19.



Dua diantaranya adalah Milly dan Wina, pekerja sosial senior asal Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung yang mengabdi sebagai relawan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Keduanya mengaku bangga sekaligus tertantang saat ditugaskan di rumah sakit khusus penanganan COVID-19 bersama 414 Pekerja Sosial lainnya. 

“Ada motivasi tersendiri saat mendaftarkan diri sebagai relawan di Wisma Atlet. Mulanya diluar ekspektasi namun ketika sudah bergabung, saya bersyukur bisa mendapatkan pengalaman luar biasa yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang lain,” tutur Wina, baru-baru ini.

Di awal penugasan, Milly dan Wina hanya melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap tenaga medis dan non medis. Namun seiring berjalannya waktu, LDP juga dirasa perlu diberikan kepada pasien kelompok rentan (anak-anak, remaja dan lansia), keluarga pasien dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal pasien. 

Berkolaborasi dengan Tim Psikolog dan Keperawatan, Pekerja Sosial RSDC Wisma Atlet melakukan berbagai kegiatan terprogram dan terstrukur guna meringankan beban psikososial akibat pandemi COVID-19, antara lain visitasi (sharing session), rekreasional (fun games), dan relaksasi (self-healing).

“Kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi sebagai ruang komunikasi untuk menyampaikan segala keluh kesah sekaligus sarana hiburan karena tenaga medis dan non medis serta pasien mungkin merasa jenuh dan stress selama bekerja maupun menjalani karantina,” terang Milly.

Setelah dinyatakan negatif COVID-19, penyintas di RSDC Wisma Atlet kerap mengalami kecemasan untuk kembali ke tempat tinggal mereka. Mereka merasa dirinya dan keluarganya tidak akan diterima oleh lingkungan di sekitar tempat tinggal akibat stigma sosial yang melekat sebagai penyintas COVID-19.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pekerja Sosial RSDC Wisma Atlet akan merujuk penyintas COVID-19 ke shelter sementara di Balai Rehabilitasi Sosial “Mulya Jaya” sembari melakukan pendampingan psikososial dan asesmen bagi penyintas dan keluarganya.

Selain itu, Pekerja Sosial RSDC Wisma Atlet bekerjasama dengan Pekerja Sosial diluar area RSDC Wisma Atlet dalam memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal pasien yang mengalami penolakan serta menyalurkan bantuan kepada keluarga pasien yang mengalami hambatan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

“Setelah dilakukan asesmen melalui telepon, rata-rata penyintas batal menempati shelter sementara karena mereka tidak lagi merasa ragu untuk kembali ke rumah,” kata Milly.

Reporter : Martina
Editor : sulha