Netral English Netral Mandarin
09:50wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Kemensos Serahkan Bantuan Atensi Lansia dan Ajak Mak Aton Wisata Belanja

Minggu, 25-Juli-2021 11:58

Balai “Budhi Dharma” Bekasi memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) Lanjut Usia kepada nenek Aton.
Foto : Kemensos
Balai “Budhi Dharma” Bekasi memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) Lanjut Usia kepada nenek Aton.
12

KARAWANG, NETRALNEWS.COM -  Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini  menginstruksikan jajarannya  merespon cepat kondisi nenek Aton Usih (79) yang sempat menjadi pemberitaan media. Menindaklanjuti arahan Mensos, Balai “Budhi Dharma” Bekasi memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) Lanjut Usia kepada nenek Aton.

Tim dari Balai "Budhi Dharna" yang datang ke kediaman nenek Aton di Dusun Wanasepi Rt. 004/ 010 Kel. Tunggakjati Kec. Karawang Barat Kab. Karawang, Jawa Barat, memastikan bahwa dia telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp600 ribu dari Kemensos.

"Nenek Aton telah menerima BST senilai Rp 600 ribu dari pemerintah. Bantuan ini digunakan untuk membeli beras dan modal dagang dedak dan menir," kata Kepala Balai "Budhi Dharma" Pujiyanto, seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/7/2021).

Kepada Tim, Nenek Aton menyatakan, BST juga digunakan untuk membeli baju saat lebaran, selain untuk membeli bahan pangan. Kedatangan tim Balai Budhi Dharma dengan bantuan Atensi tak lepas dari arahan Kabalai Pujiyanto. 

“Segera salurkan bantuan untuk Nenek Aton dan jangan ditunda-tunda, agar bisa segera dimanfaatkan bantuannya,” kata Pujiyanto.

Berdasarkan hasil asesmen, Nenek Aton Usih yang akrab di sapa Mak Aton ini tinggal seorang diri di rumah bilik seluas 100 m² tanpa anak. Suaminya telah meninggal puluhan tahun lalu, membuatnya merasa sepi dan hidup seadanya. 

Demi menyambung hidup, Mak Aton tidak mau menggantungkan belas kasihan dengan meminta-minta kepada orang lain. Fisiknya yang  mulai renta tak mematahkan semangatnya untuk tetap gigih berjualan dedak dan menir untuk pakan bebek dan ayam. Setiap hari ia rajin ngider keliling kampung menjajakan dagangannya dengan digendong dan dipanggul di kepala. 

Alih-alih membuatnya lemah hat, kondisi itu justru meningkatkan rasa syukurnya kepada Tuhan. 

“Masa sih Allah SWT akan membiarkan saya sengsara. Saya mah yakin saja Allah SWT pasti memberi saya rizki. Eh ada eneng-eneng datang dari Kemensos bantu emak. Terima kasih banget buat Bu Menteri sudah memperhatikan saya,” kata Mak Aton.

Pemberian bantuan Atensi dilakukan dengan menerapkan metode Terapi Rekreasional. Yakni dengan mengajak nenek Aton berbelanja secara langsung. Terapi rekreasional diharapkan dapat meningkatkan harga diri lanjut usia karena ia merasa dihargai dan diperhatikan. 

Dalam kesempatan itu, barang yang dibeli berupa  paket nutrisi, paket perawatan dan kebersihan diri, kebutuhan kesehatan, sarana kamar dan penguatan tambahan modal usaha.

Tak lupa dalam kegiatan, petugas dan lansia tetap menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid19.

“Terima kasih juga untuk Kepala Balai Lansia yang sudah mengajak saya belanja, keliling-keliling. Emak seneng sekali udah lama nggak naik mobil biasanya kalau belanja ya jalan kaki pulang jualan sambil belanja telur asin besoknya dijual jalan kaki lagi,” ucap Mak Aton bahagia bercampur haru.

''Alhamdulillah saya udah dibantu banyak, ada susu, madu, vitamin, biskuit, masker, untuk cuci tangan, keperluan mandi dan cuci, udah dibelanjain dedak dan menir sampai banyak begini. Belum lagi itu ada kasur, sprei, selimut, bedcover dan masih banyak lagi isi rumah bahkan lemari buat saya naruh baju juga saya milih sendiri, jadi terharu dan hanya bisa mendoakan semoga para petugas dari Kemensos selalu sehat dan dimudahkan semua oleh Allah," kata Mak Aton sambil sesenggukan menangis saat menyaksikan bantuannya diterima.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati