3
Netral English Netral Mandarin
03:06 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Khawatir Jadi Pandemi Baru, Ini Asal Mula Virus Nipah yang Bisa Bikin Koma

Rabu, 27-January-2021 14:00

Ilustrasi
Foto : Istimewa
Ilustrasi
0

JAKARTA, NETRALNEWS. COM -  Seorang peneliti asal Thailand, Supaporn Wacharapluesadee yang merupakan peneliti di Red Cross Emerging Infectious Diseas Health Science Centre, mengatakan bahwa virus Nipah dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi.

Bahkan, Supaporn menegaskan jika virus Nipah ini belum ditemukan penangkalnya alias anti virusnya.

"Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini," ujarnya dkutip BBC.

Diketahui, temuan virus ini pada kelelawar baru-baru ini menjadi sorotan dunia. Memunculkan kekhawatiran bakal terjadinya pandemi baru selain Covid-19.

Virus ini sendiri sebelumnya sempat mewabah di Malaysia pada 1999. Nama virus ini berasal dari nama sebuah kampung di Negeri Jiran, Sungai Nipah, Ipoh, negara bagian Perak.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Lai-Meng Looi dan Kaw-Bing Chua dari University of Malaya mencatat wabah virus Nipah pertama menginfeksi Malaysia pada September 1998. Hingga kasus dinyatakan berakhir, tercatat setidaknya 265 orang terinfeksi dengan 105 kematian.

Infeksi virus Nipah awalnya dikaitkan dengan ensefalitis Jepang, sebuah upaya pengendalian dini yang justru tidak efektif mencegah penularan.

Virus Nipah yang semula hanya menginfeksi kampung Sungai Nipah justru menyebar hingga ke negara bagian lain di Malaysia dan Singapura yang secara geografis berdekatan.

Sementara itu, dikutip dari laman WHO, infeksi virus Nipah adalah penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia dari hewan, dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari orang ke orang.

"Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan seperti babi, yang bisa mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak," demikian keterangan WHO.

Lantas apa yang mematikan?

Virus Nipah dapat menyebabkan berbagai penyakit dari infeksi asimtomatik (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis atau radang otak fatal. Orang yang terinfeksi awalnya mengalami gejala demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan.

"Ini dapat diikuti dengan pusing, mengantuk, kesadaran yang berubah, dan tanda-tanda neurologis yang mengindikasikan ensefalitis akut," tulis WHO.

Diketahui, beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut.

Bahkan, ensefalitis dan kejang bisa terjadi pada kasus yang parah, dan berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Sedangkan, masa inkubasi (interval dari infeksi hingga timbulnya gejala) diyakini berkisar dari 4 hingga 14 hari. Namun, masa inkubasi yang lama mencapai 45 hari pun telah dilaporkan.

Kebanyakan orang yang selamat dari ensefalitis akut dan sembuh total, tetapi kondisi neurologis jangka panjang juga telah dilaporkan terjadi pada mereka yang selamat.

Reporter : Tommy
Editor : Tommy Satria