Netral English Netral Mandarin
15:29wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Kenang Jenderal A Yani Mau Pakai Baju Saja Dilarang PKI, TZ Sindir Densus 88 Saat Munarman Minta Sandal?

Kamis, 29-April-2021 18:12

Tengku Zulkarnain
Foto : Asumsi.co
Tengku Zulkarnain
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tengku Zulkarnain mengenang bagaimana kejamnya PKI saat menculik Jenderal Ahmad Yani. Mau minta baju saja dilarang oleh PKI. 

“Teringat saya saat PKI menjemput Jendral Ahmad Yani, pimpinan Angkatan Sarat saat itu. Mau pakaian saja dilarang. Mesti berangkat dgn pakaian tidur. Segitunya PKI memperlakukan Jendral. Angkatan Darat. Eh, malah dikatakan itu tanggung jawab pak Harto. Gile banget. PKI. Ada yg bela?” kata Tengku Zul, Kamis 29 April 2021.

Pernyataannya tersebut mengingatkan momen Munarman ditangkap dan meminta sandal saja tidak diperbolehkan.

Apakah itu berarti Tengku Zul mau menyindir Densus 88 dengan membandingkan A Yani dengan Munarman? Sayangnya Tengku Zul tak menyebut secara tegas.

Sementara sebelumnya diberitakan, Pengacara Habib Rizieq Shihab, Munarman sempat bersitegang saat ditangkap aparat kepolisian di kediamannya di Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) petang tadi. Hal itu tampak terekam dalam rekaman video penangkapan Munarman berdurasi  22 detik.

Dari video tersebut, Munarman terlihat sempat mempertanyakan terkait penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri itu. Bahkan Munarman sempat menyampaikan permintaaan terakhir yakni untuk mengenakan sandal saat dibawa dari rumah ke dalam sebuah mobil berwarna putih.

Saat dibawa aparat, Munarman sebagaimana video yang diterima Suara.com sempat menyebutkan jika penangkapan itu tidak sah karena dianggap tak sesuai hukum.

"Ini tidak sesuai hukum. Ini harusnya ya," kata Munarman saat dibawa paksa keluar sejumlah aparat yang mengenakan seragam serba hitam.

"Sudah nanti aja," timpal salah satu aparat.

Munarman yang mengenakan baju koko warna putih itu juga terlihat sempat meminta untuk menggunakan sandal. Namun, polisi tetap bergegas tak mengindahkan permintaan dari Munarman.

Berdasarkan video itu, Munarman langsung dibawa dari kediamannyake dalam sebuah mobil berwarna putih.

"Saya pakai sendal," kata Munarman seperti dinukil Suara.com.

"Gak usah, udah jalan," teriak salah satu aparat yang ikut membawa Munarman.

Diduga Terkait Terorisme

Munarman sebelumnya dikabarkan ditangkap Densus 88 di rumahnya di Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan.

Dari informasi yang dihimpun, Munarman ditangkap sekira pukul 15.30 WIB sore tadi. Dia ditangkap lantaran diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

"Ya benar ditangkap," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Selasa.

Argo mengatakan jika Munarman dibawa petugas Densus ke Polda Metro Jaya.

Terkait penangkapan Munarman, aparat kepolisian juga sedang melakukan penggeledahan di salah satu tempat di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Iya (ditangkap), sekarang sedang ada penggeledahan di Petamburan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati