Netral English Netral Mandarin
19:34wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Denny Titip Siram Teh ke Munarman, Christ: Demi Sesuap Nasi, kok Dibanggain

Minggu, 02-Mei-2021 07:15

Karangan bunga membanjiri halaman Mabes Polri
Foto : Twitter/Christ Wamea
Karangan bunga membanjiri halaman Mabes Polri
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Karangan bunga yang berdatangan usai Munarman ditangkap ke Mabes Polri menarik perhatian banyak pihak. Di antara karangan bunga itu tertulis “Pak Polisi, Titip Siram Teh ke Munarboy. Denny Siregar.”

Lucunya, gambar tersebut mendapat respons negatif dari tokoh Papua, Christ Wamea. Ia mencuit nyinyir dan menyebut sebagai buzzer demi sesuap nasi. 

“Karangan bunga dari buzzeRp kok dibanggain. Tidak ada nilai sama sekali,” kata Christ Wamea, Minggu 2 Mei 2021.

“Demi sesuap nasi,” lanjutnya.

Sementara itu secara terpisah, soal karangan bunga juga sempat ditanggapi negatif oleh Rocky Gerung. 

Rocky Gerung menilai bahwa pengiriman karangan bunga itu adalah langkah yang provokatif dan menunjukkan perpecahan bangsa.

Ia pun menyalahkan Presiden Joko Widodo uang ia sebut tekah gagal merawat kebersamaan bangsa dan keakraban dalam bernegara.

Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul ‘Kirim Bunga dan Goreng Penangkapan Mun4rm4n, Buzzer Tambah Dungu’ yang tayang di Rocky Gerung Official pada Kamis, 29 April 2021.

Awalnya, Hersubeno Arief sebagai pewawancara menyinggung bahwa tindakan mengirim bunga saat Kepolisian menindak tegas oposisi nampak sudah menjadi pola yang baku.

Hersubeno Arief pun menilai bahwa pola ini menunjukkan keterbelahan bangsa yang sudah parah.

Rocky Gerung lalu menimpali bahwa masalah yang disampaikan Hersubeno itu adalah suatu hal yang perlu dievaluasi, terutama di bulan suci ini.

“Bahwa bangsa ini terpecah karena bunga yang dikirim di situ, ada yang seperti berbunyi nyukurin Munarman. Jadi sebetulnya kalau kita lihat, memang tugas Polri untuk menegakkan hukum, untuk mencurigai orang, bahkan untuk menangkap. Jadi buat apa dikirimin bunga ke situ, kan?” kata Rocky.

“Apalagi bunga yang insinuatif itu. Padahal, pengadilan aja belum berlangsung tapi udah ada ucapan ‘selamat menikmati penjara’, apa segala macam. Jadi terlihat bahwa, saya selalu ingin mengatakan bahwa Presiden ini gagal untuk merawat kebersamaan,” lanjutnya.

Rocky Gerung juga mengatakan, orang pasti menganggap bahwa buzzer lah yang mengirim bunga ke Mabes Polri itu seperti pola sebelumnya.

“Jadi, terlihat bahwa dendam itu berjalan lebih cepat dari humanity, dari solidaritas. Nah, keadaan semacam ini yang bukan sekedar mambahayakan, tapi membuyarkan ide tentang Indonesia,” ujarnya.

Rocky melanjutkan bahwa ide ke-Indonesia-an dari awal sudah buyar karena sisa-sisa konflik saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tidak diselesaikan oleh Presiden saat ini.

“Dengan kata lain, dibiarkan sebetulnya. Kan ini adalah Act of Ommision, pembiaran yang dilakukan negara terhadap mereka yang ingin merusak persahabatan warga negara, keakraban bernegara,” tandas Rocky.

“Itu jelas bunga yang provokatif dan itu tidak layak diperlihatkan oleh manusia yang mengerti asal usul persahabatan di dalam perbedaan politik bahkan. Itu soalnya tuh,” sambungny dinukil terkini,id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli