3
Netral English Netral Mandarin
22:26 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Kepala SMK Minta Maaf Soal Siswi Non Muslim Pakai Jilbab, Abu Janda: Lagi-lagi Kemenangan Netizen

Sabtu, 23-January-2021 13:15

Pegiat Media Sosial Permadi Arya
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Permadi Arya
2

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Terkait aturan siswi SMKN 2 Padang wajib menggunakan jilbab termasuk siswa non muslim, akhirnya Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf.

Atas permintaan maaf tersebut, pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda mengatakan, lagi-lagi kemenangan netizen. Pasalnya kasus tersebut ramai setelah viral di media sosial.

"Alhamdulillah kepsek sudah minta maaf & tak akan wajibkan jilbab ke siswi non muslim. Pemda tegaskan tak pernah berlakukan aturan tsb, artinya oknum sekolah, dan oknumnya akan ditindak," kata Abu Janda dalam akun Twitter pribadinya.

"Lagi2 kemenangan Netijen, THE POWER OF NETIJEN! proud of you twips!" lanjut dia.

Sebelumnya seorang siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, menolak menggunakan jilbab sesuai peraturan sekolah.

Kasus ini menjadi viral ketika Elianu Hia selaku orang tua Jeni Cahyani Hia, mengunggah surat pernyataan yang dibuatnya terkait kasus itu. Dia juga membagikan video berisi rekaman pertemuan dengan pihak sekolah.

Jeni membuat surat pernyataan yang juga ditandatangani oleh orang tuanya bahwa ia tidak bersedia memakai kerudung seperti yang digariskan oleh peraturan sekolah.

Orang tua Jeni juga membagikan video perbincangan antara perwakilan pihak sekolah di Facebook. Video itu ditanggapi oleh 3,6 ribu akun, dibagikan 3,4 ribu kali, dan mendapatkan 5,5 ribu komentar.

Video tersebut mendapatkan perhatian publik karena ada dugaan pemaksaan berpakaian muslim kepada siswi nonmuslim.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumbar, Jasman Rizal, menyatakan Pemprov Sumbar tidak pernah membuat aturan yang mewajibkan siswi nonmuslim untuk berpakaian muslim di sekolah.

Kalau ada aturan seperti itu, dia mengira bahwa aturan itu itu dibuat oleh pihak sekolah.

Menyikapi masalah itu, Dinas Pendidikan Sumbar menurunkan tim investigasi ke SMKN 2 Padang. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri, mengatakan jika nanti tim menemukan penyimpangan yang tak sesuai dengan aturan, maka pihaknya akan memproses pihak sekolah.

"Kalau ada aturan, praktik, tindakan di luar ketentuan, saya akan mengambil sikap tegas. Kami sudah menurunkan tim ke sekolah. Tim sedang bekerja mengambil data dan informasi. Nasib kepala sekolah (SMKN 2 Padang) bergantung dari hasil investigasi," ucap Adib.

Atas kejadian itu, Adib mengatakan pihaknya akan memeriksa SMA/SMK seluruh Sumbar untuk melihat ada atau tidak aturan seperti itu (aturan yang mewajibkan siswi nonmuslim berpakaian muslim). Jika ditemukan ada sekolah yang menerapkan aturan itu, pihaknya akan meminta penyelenggara sekolah tersebut untuk merevisi aturan yang dimaksud.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati