Netral English Netral Mandarin
23:21wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Keras! Pidato AHY Kritik JKW, PDB RI Naik 7,07% Hanyalah Semu, Netizen: Drama Keluarga Simangkrak

Selasa, 24-Agustus-2021 11:15

Ketua Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Istimewa
Ketua Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan kritik ke Pemerintahan Joko Widodo dalam satu video istimewa baru-baru ini. 

Menurut AHY, PDB RI Naik 7,07% Hanyalah Semu. Namun, banyak warganet di sosial media malah mengkritik balik kepada AHY.

Di akun FB Mak Lembe Turah, Selasa 25 Agustus 2021, banyak netizen malah menyampaikan sanggahannya. 

Agus Suryobuwono: “Drama keluarga simangkrak, Rakyat tidak suka, Rakyat sudah bosan.”

Gono Bae: “Makanya gus knp dl mau dirayu bapakeh,mamakeh berhenti jd prajurit,skrg kn jd streees oleh PDB,hahaha.”

Irwan Agustiawan: “Bwahahaha wkwkwk EGP.”

Ferry Setiawan: “Anak kemarin sore... Pidato nya kader atau bapake yang buatin...”

Andi Trader Saham: “Pertumbuhan Ekonomi RI Naik lebih dari 7%, Pertumbuhan itu adalah Akumulasi dari Pertumbuhan Ekonomi Seluruh Provinsi di Indonesia, sedangkan Pertumbuhan Provinsi DKI Jakarta sebesar lebih dari 10%, kalo gitu Pertumbuhan Provinsi DKI Jakarta SEMU juga dong.”

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato kebangsaan dalam rangkaian peringatan 50 Tahun CSIS Indonesia yang berlangsung secara virtual pada, Senin (23/8/2021). Dalam pidatonya, AHY turut menyinggung kondisi perekonomian tanah air.

Menurut dia, ekonomi Indonesia satu setengah tahun terakhir mengalami tekanan yang cukup signifikan. AHY menyebut resesi ekonomi terjadi, ditandai oleh kontraksi pertumbuhan ekonomi selama empat kuartal berturut-turut, yaitu mulai kuartal II-2020 hingga kuartal I-2021.

"Sebenarnya kita menyambut gembira pertumbuhan 7,07% di kuartal II-2021 ini. Namun sayangnya, pertumbuhan ini dinilai sejumlah lembaga riset sebagai pertumbuhan semu, yang dampak positifnya belum dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar AHY.

"Karena memang statistik tersebut lebih ditopang oleh kontribusi perdagangan ekspor yang tinggi, sedangkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat masih lesu," lanjutnya.

AHY menambahkan, angka kemiskinan juga diprediksi akan mengalami peningkatan lagi setelah diberlakukannya PPKM Darurat akibat lonjakan kasus Covid-19.

"90% UMKM yang selama ini menjadi rumah bagi mayoritas tenaga kerja dan sekaligus basis kekuatan ekonomi nasional kita, terdampak serius di sisi penjualannya. Akibatnya, tingkat pengangguran terbuka terproyeksikan kembali naik setelah PPKM Darurat," kata AHY.

"Selanjutnya, peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran ini tentu akan berkorelasi langsung terhadap meningkatnya ketimpangan sosial di masyarakat," lanjutnya. Lebih lanjut, AHY menyebut pelemahan ekonomi Indonesia juga terlihat dari penurunan Gross National Income (GNI) Per Capita dari US$ 4.058 di tahun 2019, menjadi US$ 3.870 di tahun 2020. Indonesia dinyatakan turun kelas dari status upper-middle income country menjadi lower-middle income country.

"Pascapandemi, kita semua harus segera mengubah keadaan ini, agar Indonesia tidak lebih lama terjebak dalam middle income trap," ujar AHY seperti dilansir CNN Indonesia. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati