Netral English Netral Mandarin
18:31wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Keras! Sentil Ade Armando, Geisz: Bajingan Berselimut Dosen, Gunakan Angka Kematian Sekadar...

Selasa, 20-Juli-2021 08:15

Ade Armando dan Geisz Chalifajh
Foto : Kolase Tribunews
Ade Armando dan Geisz Chalifajh
35

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kontroversi angka kematian antara Inggris dan Indonesia yang diungkap Ade Armando melahirkan kontroversi.

Komisaris Ancol, Geisz Chalifah ikut angkat bicara dan menyentil Ade Armando keras.

“Hanya Fasis, Tiran, atau setidaknya BAJINGAN Berselimut dosen, yang menggunakan angka2 kematian  suatu bencana sekedar data statistik,” kata Geisz Chalifah, Selasa 20 Juli 2021.

Lebih lanjut ia juga mengungkit masa lalu Ade Armando.

“Ade Armando itu tersangka yang sp3nya sudah dibatalkan oleh Prapradilan. Artinya status TERSANGKANYA bahkan sudah ditetapkan oleh pengadilan. Tapi bukannya diproses malah bisa mewawancara Menkopolhukam. Tetap bebas ngehoax soal ambulance bawa batu dll,” kata Geisz.

Untuk diketahui, Dosen komunikasi Ade Armando menuai kecaman setelah membandingkan jumlah kematian akibat Corona di Indonesia dengan Inggris. Pakar pun mengkritik cara Ade Armando membandingkan jumlah kematian kedua negara itu.

Pernyataan tersebut diunggah Ade Armando dalam cuitannya di Twitter, Minggu (18/7/2021). Ade membandingkan jumlah kematian akibat Corona di Inggris dengan jumlah kematian di Indonesia. Dia juga menyertakan jumlah penduduk di kedua negara.

"Penduduk Inggris 68 juta, meninggal karena COVID 128 ribu. Penduduk RI 270 juta, meninggal karena COVID 73 ribu," tulis Ade Armando.

Cuitannya pun sontak mendapat beragam respons dari warganet. Cuitan Ade Armando itu dinilai tak sensitif di saat kasus kematian akibat Corona di Indonesia terus naik.

Penjelasan Ade Armando

Lantas apa penjelasan Ade Armando terkait cuitannya tersebut?

Ade tidak merasa ada yang bermasalah dengan cuitannya. Bahkan, menurutnya, jumlah korban akibat Corona di Indonesia memang lebih kecil ketimbang Inggris.

"Indonesia jumlah korbannya kan lebih kecil dari Inggris," kata Ade dinukil detik.com, Senin (19/7).

Dia menjelaskan bahwa perbandingan angka kematian Corona dengan negara lain sudah sering dilakukan. Namun dia mempertanyakan kenapa sekarang cuitannya itu dipermasalahkan.

"Selama ini kan sudah sering dibandingkan. Misalnya jumlah korban tewas kita jauh di atas Malaysia. Tapi kok sekarang jadi masalah ketika dibandingkan dengan Inggris," ujarnya.

Guru besar bidang sosiologi bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir, merespons cuitan Ade Armando itu di Twitter. Menurutnya, membandingkan angka kematian membutuhkan kehati-hatian.

"Membandingkan angka kematian membutuhkan kehati-hatian agar kita paham validitas angka-angka itu dan faktor-faktor pembedanya," tulis Sulfikar Amir lewat akunnya, @sociotalker, Senin (19/7).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati