Netral English Netral Mandarin
09:13wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Ketahui Efek Radang Jantung pada Vaksin Moderna dan Pfizer, Ini Gejalanya!

Minggu, 10-Oktober-2021 14:00

Ilustrasi jantung manusia.
Foto : Wallpoper
Ilustrasi jantung manusia.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Baru-baru ini muncul kasus penghentian Vaksinasi Moderna di Swedia dan Denmark, karena munculnya efek samping radang jantung. Efek ini rupanya muncul juga pada kasus Vaksinasi Pfizer.

Dia sebutkan, miokarditis adalah peradangan yang terjadi pada otot jantung. Termasuk kondisi yang jarang dan biasanya disebabkan oleh reaksi imun tubuh terhadap infeksi, akibat virus, bakteri, jamur, parasit, obat atau autoimun. 

“Gejala miokarditis bisa menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung dan gangguan irama. Gejala lain seperti nyeri dada, sesak, jantung berdebar, bengkak kaki, rasa lelah berlebihan dan disertai kumpulan gejala flu, terang dr Adaninggar, dikutip dari infografis yang dia bagikan, Minggu (10/10/2021). 

Pada 25 Juni 2021, FDA sudah memberikan peringatan pada fact sheet Vaksin Covid-19 mRNA, yakni Pfizer dan Moderna mengenai adanya efek samping jarang berupa miokarditis. Kejadiannya 2,5 kali lebih tinggi pada Vaksin Moderna, dibanding Vaksin Pfizer. 

“Penyebab belum diketahui pasti, kemungkinan besar karena reaksi imun terhadap vaksin,” terang dr Adaninggar. 

Insiden miokarditis setelah Vaksin Covid-19 ini terjadi pada dua dari 100.000 orang, sangat jarang. Efek itu lebih banyak terjadi pada laki-laki muda, lebih sering terjadi setelah suntikan vaksin kedua, serta terjadi dalam beberapa hari setelah vaksin. 

“Sebagian besar bisa sembuh dengan istirahat dan pengobatan anti radang. Dapat kembali beraktivitas normal setelah gejala membaik,” tegas dia. 

Lebih lanjut dipaparkan beberapa studi tentang miokarditis setelah Vaksin Covid-19, seperti yang dilakukan di Israel. Orang yang divaksin Pfizer berisiko 2,35 kali lebih tinggi mengalami miokarditis dalam 30 hari setelah suntikan kedua, risiko paling tinggi pada laki-laki usia 16-29 tahun dan terjadi pada 2 dari 100.000 orang yang divaksin.

Terbanyak terjadi dalam 1 minggu, setelah suntikan kedua yakni hari ke tiga sampai lima. Delapan puluh tiga persen tidak memiliki penyakit penyerta sebelumnya, gejala terbanyak yakni nyeri dada sebesar 82 persen dan 95 persen kasus ringan. 

Ada pula studi di California Selatan, tepatnya di Jama. Didapatkan 5,8 kasus per 1 juta orang yang divaksin Pfizer dan Moderna. Semua terjadi pada laki-laki usia

Gejala terbanyak yakni 93 persen nyeri dada dalam satu sampai lima hari setelah vaksin, keluar dari rumah sakit dalam satu minggu tanpa membutuhkan perawatan intensif dan tidak ada yang mengalami gejala berulang. 

“Angka kejadian miokarditis akibat Covid-19, enam kali lebih tinggi dibandingkan kejadian miokarditis akibat vaksin Covid-19. Manfaat vaksin dalam mengurangi risiko miokarditis akibat Covid lebih besar dibanding risiko vaksin menyebabkan miokarditis,” jelas dia. 

Diimbau dr Adaninggar, apabila Anda mengalami gejala-gejala curiga miokarditis dan beberapa hari setelah Vaksin Moderna atau Pfizer, untuk segera periksa dan konsultasi ke dokter. 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP