Netral English Netral Mandarin
02:00wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Ketahui, Ini Dampak Disuntik Vaksin Kosong Bagi Tubuh

Rabu, 11-Agustus-2021 13:20

Ilustrasi suntikan vaksin.
Foto : freepik.com
Ilustrasi suntikan vaksin.
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM turut angkat bicara terkait kasus penyuntikan vaksin kosong. 

Seperti diketahui Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Utara menetapkan perawat berinisial EO sebagai tersangka kasus penyuntikan vaksin kosong di Jakarta Utara, Selasa (10/8/2021) kemarin. 

Prof Zubairi mengatakan, prinsipnya, injeksi intramuskular (otot) harus dilakukan tenaga profesional, karena ada risiko yang menyertai. 

"Kalau gelembung udara suntikan kosong itu masuk ke otot, kemungkinan bisa menyebabkan nyeri, tapi sedikit," tegas Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Rabu (11/8/2021).

Prof Zubairi juga tegaskan, tetap saja orang yang disuntik vaksin kosong  harus dipantau. Baiknya, mereka yang disuntik vaksin kosong diperiksa kembali satu sampai empat hari kemudian setelah disuntik palsu dalam kasus itu.

"Meskipun kemungkinan dampaknya tidak akan terlalu buruk juga jika suntikan kosong itu masuk ke otot," ujar Prof Zubairi. 

Pernyataan ini disampaikan Prof Zubairi, pasalnya kasus menyuntik vaksin kosong di Pluit adalah peristiwa serius. Harus diselidiki dengan jelas mengapa relawan nakes itu melakukan suntikan palsu. 

"Apakah kelelahan, atau kemungkinan motif lain, seperti penimbunan vaksin, atau memang sistem kontrolnya yang tidak jalan?," tanya dia.

Prof Zubairi juga mengaku penasaran dengan jumlah suntikan Tenaga Kesehatan (Nakes) itu dalam satu hari, ketika melakukan suntikan palsu. Yakni 599 orang. Jika proses satu penyuntikan adalah 5 menit, maka butuh 2995 menit atau hampir 50 jam. 

"Pasti nakesnya kelelahan melakukan 500-an suntikan hanya dalam satu hari. Yang harus jadi perhatian, bagaimana jika peristiwa ini tidak terjadi di satu tempat saja," kata Prof Zubairi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP