Netral English Netral Mandarin
09:05wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Keterisian Rata-rata Hotel Berbintang di Sumut Kini Tembus 50 Persen

Senin, 27-September-2021 23:00

Penerapan protokol kebersihan di hotel.
Foto : Antara
Penerapan protokol kebersihan di hotel.
16

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Hunian kamar hotel berbintang di Sumatera Utara terus naik atau sudah rata-rata 50 persen dampak positif kebijakan pemerintah yang melonggarkan pemberlakuan. pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan meningkatnya vaksinasi COVID-19.

"Hunian hotel di Sumut sudah naik rata-rata 50 persen dari sebelumnya maksimal 35-40 persen. Bahkan hunian hotel pernah hanya 5 persen,"ujar Ketua Badan Pengurus Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana di Medan, Senin (27/9/2021).

Meningkatnya terus hunian kamar hotel itu menggembirakan manajemen hotel karena, menunjukkan membaiknya bisnis hotel.

Denny menyebutkan, kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus. Peningkatan tamu hotel berasal dari tamu lokal khususnya keluarga. .

Manajemen hotel, ujar Denny S Wardhana yang juga menjabat Managing Director Garuda Plaza Medan itu, berharap pemerintah juga mencabut kebijakan menyangkut soal larangan penyelenggaraan kegiatan di hotel.

"PHRI Sumut berharap pemerintah pusat mencabut larangan penyelenggaraan acara di hotel sehingga bisnis hotel benar-benar kembali normai," katanya.

Meski pun, manajemen hotel punya kewajiban menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dalam menjalankan bisnisnya.

Denny menyebutkan, walau hunian hotel sudah naik, namun perusahaan belum berani memperkerjakan seluruh karyawannya. Termasuk mengoperasikan kamar hotel secara keseluruhan.

"Meski sudah naik, namun hunian hotel itu masih berfluktuasi dan larangan penyelenggaraan kegiatan di hotel masih belum dicabut pemerintah," katanya seperti dilansir dari Antara.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP