Netral English Netral Mandarin
13:41 wib
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri akan digelar pada Rabu (20/1/2021). Polda Metro Jaya menjadwalkan pada Rabu (20/1/2021) gelar perkara terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi Ahmad.
Ketika Giwo Rubianto Wiyogo Menyingkap Hakikat Hari Ibu

Sabtu, 12-December-2020 10:42

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo
Foto : Antara
Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember di Indonesia bukanlah seperti Mother's Day yang dirayakan di negara-negara lain.

"Hari Ibu berasal dari Kongres Perempuan Indonesia I yang diselenggarakan 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang salah satu keputusannya adalah membentuk satu organisasi federasi mandiri dengan nama Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia," kata Giwo dalam bincang media yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual di Jakarta, Jumat (11/12/20).

Giwo mengatakan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia bertujuan meningkatkan harkat dan martabat perempuan Indonesia menjadi perempuan yang maju, di samping bahu-membahu dengan laki-laki memperjuangkan kemerdekaan bangsa.



Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan sebagai kelanjutan dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Jakarta, 28 Oktober 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

"Tujuh pendiri Kongres Perempuan Indonesia yang pertama adalah Wanito Utomo, Putri Indonesia, Aisyiyah, Jong Islamieten Bond, Wanita Taman Siswa, Jong Java Meisjeskring, dan Wanito Katholik," tuturnya.

Kongres Perempuan I kemudian diikuti dengan beberapa kongres berikutnya. Pada 1935 di Jakarta, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia II yang salah satu keputusan pentingnya adalah kewajiban utama perempuan Indonesia adalah menjadi ibu bangsa yang berusaha menumbuhkan generasi baru yang lebih sadar akan kebangsaan.

Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan salah satu keputusan Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada 1938, merujuk pada tanggal pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia I.

"Keputusan itu kemudian dikukuhkan pemerintah Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur pada 16 Desember 1959," kata Giwo dinukil Antara.

Melihat sejarah Kongres Perempuan Indonesia dan penetapannya, maka Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember sejatinya adalah hari peringatan pergerakan perempuan Indonesia.

Reporter :
Editor : Taat