Netral English Netral Mandarin
01:27wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Ketua BEM UI: Pilpres 2014 Saya Mendukung Jokowi

Jumat, 02-Juli-2021 20:15

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra
Foto : Istimewa
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Leon Alvinda Putra mengaku pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 lalu.

Pengakuan itu disampaikan Leonsaat diwawancarai Karni Ilyas di kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (1/7/2021).

Awalnya, Leon menceritakan soal berbagai serangan terhadap dirinya di media sosial setelah heboh BEM UI mengkritik dan menjuluki Presiden Jokowi sebagai 'The King of Lip Service'.

Leon membeberkan, dirinya difitnah sebagai antek Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya karena unggahan Facebook-nya pada 2013 lalu yang berisi ucapan terimakasih telah diundang ke Istana dan bertemu istri SBY, Ani Yudhoyono.

Padahal, kata Leon, kala itu dirinya yang masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMP, diundang ke Istana karena menang lomba karya tulis dan penyuluhan tentang sanitasi yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Di Istana, lanjut Leon, ia bersama para siswa SMP lainnya yang menjadi duta sanitasi se-Indonesia dikukuhkan oleh istri SBY, Ani Yudhoyono. Momen tersebut membuatnya bahagia dan itu ia sampaikan di akun Facebook-nya.

Namun, lanjut Leon, sejumlah pihak mengunggah tangkapan layar status Facebook-nya itu dan dipelintir seolah-olah Leon adalah antek Cikeas atau antek SBY.

"Saya tentunya bahagia sebagai anak kelas 2 SMP mendapat kesempatan ke Istana Negara, ya saya cuit dalam Facebook itu. Tapi kemudian dipelintir seolah-olah saya ini antek Cikeas, antek SBY dan lain sebagainya," ujar Leon.

Selain dituding antek Cikeas dan SBY, Leon juga mengungkapkan soal fitnah yang beredar bahwa ia merupakan anak Ketua DPC PKB Kabupaten Sukoharjo yang diperalat lantaran sang ayah kalah dalam Pilkada. "Padahal itu salah, saya tidak mengenal siapa Ketua DPC PKB itu," ucap dia.

Tak hanya itu, Leon juga membantah isu soal dirinya pendukung salah satu partai yang berada di barisan oposisi. Adapun tuduhan itu muncul gara-gara cuitan akun Twitter Leon pada Oktober 2019 lalu yang mendoakan PAN dan PKS agar tetap teguh dan berjuang sebagai oposisi pemerintah.

"Saya juga pernah nge-tweet bahwa saya mendukung partai oposisi yang tersisa karena menurut saya sekarang partai yang berkuasa terlalu gemuk maka saya mendukung supaya ini (oposisi) bisa penyeimbang demokrasi," katanya.

"Tapi itu dipelintir, tweet di 2019 itu dipelintir bahwa oh saya pendukung partai ini maka apa yang dilakukan BEM UI adalah suruhan partai ini, padahal tidak benar sama sekali," beber Leon.

Mendengar penjelasan Leon, Karni Ilyas pun mengkonfirmasi soal kabar yang menyebutkan dirinya pendukung Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Kabar itu dibenarkan Leon.

"Padahal saya dengar anda 2014 justru pendukung Jokowi?" tanya Karni.

"Iya, itu ketika 2014, ketika Pilpres saya justru mendukung Jokowi," jawab Leon.

"Jejak digital itu tidak dikeluarin?," tanya Karni lagi.

"Tidak diangkat," ucap Leon.

"Kurang seksi barangkali?," timpal Karni.

"Mungkin," jawab Leon.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati