Netral English Netral Mandarin
15:47 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Ketua PBNU: Jangan Terpengaruh Hasutan, Apalagi Terprovokasi

Senin, 30-November-2020 16:30

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas
Foto : Islampos
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai provokasi yang bertujuan memecah belah komponen bangsa.

"Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat," kata Robikin dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Dalam negara bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, kata dia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional.

"Apa itu? Mewujudkan perdamaian dunia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memakmurkan ekonomi warga, serta menciptakan tata kehidupan yang adil dan beradab," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini seluruh komponen bangsa harus memperkuat toleransi dan saling menghargai, baik sesama maupun antarpemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan sebagainya.

"Mari kita kukuhkan persatuan dan kesatuan. Kita perkuat persaudaraan sesama warga bangsa dan persaudaraan kemanusiaan sebagai sesama keturunan anak cucu Nabi Adam a.s.," pungkasnya.

 



Reporter : Sesmawati
Editor : Sesma