Netral English Netral Mandarin
14:56wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Ketua WP KPK Heran Materi Tes Kebangsaan Soal Keagamaan, EK: Karena Itulah Masalah Bangsa Ini

Jumat, 07-Mei-2021 14:30

Pegiat Medsos, Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Medsos, Eko Kuntadhi
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi menanggapi pernyataan Ketua Wadah Pegawai (PW) KPK terkait materi tes kebangsaan seputar keagamaan.

Eko menganggap, materi tes kebangsaan seputar keagamaan adalah hal yang wajar. Mengingat permasalah krisis toleransi antar umat beragama yang jadi masalah bangsa ini.

Terlebih menurutnya, bangsa Indonesia mengakui keberagaman dan keberadaan berbagai agama.

"Ya, namanya tes wawasan kebangsaan. Bangsa ini mengakui keberadaan berbagai agama. Mengajarkan toleransi," kata Eko dalam akun Twitternya.

Untuk itu sikap toleransi terhadap agama lain wajar diterapkan oleh calon ASN. Karena jika penegak hukum memiliki kebencian terhadap agama lain, maka akan sangat bahaya.

"Kalau calon ASN dites sikap toleransi kepada yang berbeda agama, ya wajar. Bahkan sangat kontekstual. Itulah masalah bangsa ini sekarang," tulis Eko.

"Bayangin kalau seorang penegak hukum punya kebencian atau bersikap intoleran kepada umat beragama lain. Bahaya dong..," lanjutnya.

Sebelumnya Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap heran dengan materi asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

Tes ini sebagai syarat alih status aparatur sipil negara (ASN) bagi pegawai KPK.

Sebagai salah satu pegawai yang mengikuti tes, ia sempat ditanya seputar topik mengucapkan selamat hari raya kepada orang yang berbeda agama.

"Saya heran ketika ada pertanyaan ke saya tentang apakah saya mengucapkan selamat hari raya ke umat beragama lain," ujar Yudi melalui keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).

Penyidik lembaga antirasuah ini menyatakan ucapan selamat hari raya ke setiap orang yang berbeda agama merupakan hal yang lazim di KPK.

"Saya pikir seharusnya pewawancara sudah mendapatkan informasi bahwa di KPK mengucapkan selamat hari raya kepada rekannya yang merayakan merupakan hal biasa baik secara langsung maupun melalui grup WA (WhatsApp)," katanya.

Yudi pun tidak keberatan melakukan hal tersebut. Sebagai muslim, ia bahkan menghadiri acara Natal pegawai di kantor KPK.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani