Netral English Netral Mandarin
09:54wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Kinerja Industri Manufaktur di Triwulan III 2021 Tumbuh Melambat

Rabu, 13-Oktober-2021 16:45

Bank Indonesia
Foto : Humas_bank Indonesia
Bank Indonesia
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah melaju ekspansif, kinerja industri pengolahan secara kurtalan kembali tumbuh melambat.

Ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) pada triwulan III 2021 sebesar 48,75 persen atau lebih rendah dari triwulan II 2021 sebesar 51,45 persen.

Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Muhamad Nur, mengatakan penurunan tersebut relatif tidak sedalam triwulan III 2020 yang mencapai 44,91 persen.Penurunan PMI-BI tersebut sejalan dengan kegiatan sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha ( SKDU ) yang sedikit terkontraksi di tengah kebijakan pembatasan mobilitas pada triwulan III 2021.

"Penurunan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama penerimaan barang pesanan input, total karyawan, volume produksi dan volume persediaan barang jadi yang berada dalam fase kontraksi," kata Muhammad Nur dalam keterangannya, Rabu (13/10/2021).

Secara subsektor yang mengalami penurunan kinerja pada triwulan III 2021 dengan indeks terendah pada subsektor barang kayu dan hasil hutan lainnya, subsektor alat angkut, mesin dan peralatannya. Kemudian subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet.

Pada triwulan IV 2021, lanjutnya, kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan IV 2021 diprakirakan sebesar 51,17 persen atau lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya.

Peningkatan PMI-BI didorong oleh seluruh komponen pembentuknya terutama volume produksi, volume pesanan, dan volume persediaan barang jadi yang berada pada fase ekspansi.

"Mayoritas subsektor diperkirakan akan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor kertas dan barang cetakan serta subsektor semen dan barang galian non logam," pungkasnya. 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani