Netral English Netral Mandarin
18:53wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Kisah Pahit Doni Salmanan, Direndahkan Saudara, Jadi Kuli Hingga Miliki Kekasih Janda

Senin, 19-Juli-2021 07:29

Donny Salman pernah jadi kuli bangunan.
Foto : Instagram
Donny Salman pernah jadi kuli bangunan.
86

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebelum dikenal sebagai lelaki yang suka bagi-bagi uang, tidak banyak yang tahu kisah pahit yang pernah dialami Doni Salmanan. Misalnya saja direndahkan saudara, hingga pernah kerja lapangan sebagai kuli bangunan. 

Menjadi viral, karena baru-baru ini Doni melakukan aksi donasi Rp 1 Miliar pada Reza Arap. Selain itu membagi-bagikan uang di jalanan saat PPKM Darurat di Bandung.

Direndahkan Saudara

Awal cerita, ketika dirinya belum mandiri, ada salah satu suami dari saudaranya yang disebut sensitif pada Doni. Saat itu, Doni yang masih mengendarai motor bebek kerap diolok-olok ketika melewati kediaman saudara yang dimaksud. 

"Dan ngomong, jangan sombong. Itu kejadiannya beberapa kali. Suatu waktu ngajak balap di jalan, kalau menang motor buat kamu," kata Doni yang menilai motor saudaranya itu pun tidak seberapa. 

Ujar Doni saat diwawancara Nikita Mirzani di tayangan Youtube, dikutip pada Minggu (18/7/2021). 

Merasa marah, Doni gas motor nya di pinggir rumah saudaranya itu. Tak diduga saudaranya datang ke rumah Doni dan memukul Doni, hingga dilerai oleh keluarga, kakek dan almarhum neneknya yang saat itu masih ada. 

Tetapi keluarga Doni seolah tak berdaya, dia mengaku tidak bisa melawan karena merupakan orang tidak punya. Saudaranya itu pun disebut merupakan bos dari sang ayah, sehingga tidak bisa melawan. 

"Saya di kamar sendiri. Lihat kejadian seperti itu mama nangis ke bapak, nggak ikhlas anaknya diginiin," curhat Doni. 

Tapi ayah dari Doni amat sabar dan memilih untuk tidak melawan. Menurut ayah Doni, lebih baik menunggu balasan yang bukan dari tangan sendiri. 

Setelah kejadian itu, beberapa bulan kemudian Doni menemukan usaha yang dia sukai yakni trading. Doni kemudian bisa menghasilkan uang seperti saat ini. "Jadi kebalik aja dunianya," sambung dia. 

"Setelah bisa usaha, (saudaranya) welcome dan minta maaf dengan yang dulu-dulu. Saya maafkan, karena pasti ada salah, khilaf, jadi sekarang biasa saja," ujar pria asal Bandung ini.

Terakhir kali keduanya berkomunikasi adalah melalui chat di Facebook (FB). Sang saudara mengaku ingin belajar trading. Tetapi kurang direspon oleh Doni, karena masih banyak hal penting untuk direspon. 

"Sekarang sudah tidak pernah ketemu lagi. Udah pindah," kata Doni.

Pernah Kerja Jadi Kuli Bangunan

Doni ungkap, orang yang selama ini berjasa dalam hidupnya selain orang tua yakni sahabat dan mentor. Orang-orang tersebut diakuinya telah menemani sedari nol. Sebut saja saat menjadi tukang parkir, rokok sebatang yang dihisap ramai-ramai, menjadi kuli bangunan dan melamar kerja ke sana ke mari.

"Jadi laden yang ngaduk semen. Bawain bata," ucap Doni. 

Diakui Doni ketika down dan ada masalah, lima sahabat dan mentornya adalah orang-orang yang menguatkan. Sehingga bila sudah memiliki rezeki, senang bersama dan saling mengingatkan dalam kebaikan. 

Sukses di dunia trading, Doni kemudian membeli sejumlah kendaraan seperti motor sport, mobil mewah hingga rumah. Blak-blakan, Doni ungkap harga mobilnya adalah Rp 3,1 Miliar hingga membeli rumah seharga Rp 6 Miliar. 

Punya Kekasih Janda Anak Satu

Sukses di dunia karir, nampaknya Doni juga sudah tidak khawatir bicara soal percintaan. Dia mengaku telah memiliki seorang kekasih, sama-sama orang Bandung. 

Diakui Doni, kekasih yang tak disebutkan namanya itu mampu mencuri hatinya. Salah satunya karena kemampuan mengurus dirinya, hingga menimbulkan rasa sayang. 

"Anak Bandung. Usianya di atas aku malah. Dua puluh lima tahun, janda anak satu," kata Doni. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani