3
Netral English Netral Mandarin
11:35 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Disebut-sebut Restui 'Kudeta' Demokrat, Mahfud Skakmat AHY

Selasa, 02-Februari-2021 10:43

Disebut Ikut Restui Moeldoko Terkait Kisruh 'Kudeta' Demokrat, Mahfud Skakmat AHY
Foto : Istimewa
Disebut Ikut Restui Moeldoko Terkait Kisruh 'Kudeta' Demokrat, Mahfud Skakmat AHY
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "Ada isu aneh, dikabarkan bbrapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Ka. KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah sy tak prnh berbicara itu dgn Pak Moeldoko maupun dgn orang lain. Terpikir sj tdk, apalagi merestui," kata Mahfud MD melalui akun Twitternya, Selasa (2/1/21).

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud setelah publik digegerkan dengan pernyataan Agus Yudhoyono yang menyebutkan bahwa ada upaya 'kudeta' terhadap Demokrat oleh orang lingkaran Jokowi. 

Dan yang dimaksud AHY kemudian ternyata adalah Moeldoko.  Bahkan diberitakan Moeldoko direstui Jokowi.

"Di era demokrasi yg sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat spt skrng ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar spt PD bs dikudeta spt itu. Jabatan menko tentu tak bs digunakan dan pasti tdk laku untuk memberi restu. Yg penting internal PD sendiri solid," skakmat Mahfud pada AHY.

Sementara sebelumnya diberitakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan ada pihak-pihak yang ingin mengambilalih kepemimpinannya di Partai Demokrat. Salah satunya dari orang di lingkaran Istana.

Ucapan AHY menimbulkan teka-teki mengenai sosok orang di lingkaran Istana yang diduga melakukan upaya tersebut. Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menyebut nama Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Hal itu diungkapkan Andi Arief menanggapi banyaknya pertanyaan tentang siapa orang dekat Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih kepemimpinan AHY.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko. Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," cuit Andi Arief melalui akun Twitternya, @Andiarief_, Senin (1/2/2021).

Dalam konferensi persnya pada Senin (1/2/2021) sore, AHY menyebut berdasarkan kesaksian sejumlah pihak, ada upaya dari pejabat di lingkar kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hendak merebut Partai Demokrat.

“Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan tentang duduk perkara yang sebenarnya yaitu, tentang adanya gerakan politik yang mengarah kepada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam eksistensi dan kedaulatan Partai Demokrat,” kata AHY di Taman Politik Wisma Proklamasi DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto