Netral English Netral Mandarin
10:22wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
KIT Batang Tahap Awal Selesai dalam 11 Bulan dan Langsung Realisasi Investasi Rp5 Triliun dari Korsel, Tiga Investor Lagi Segera Menyusul

Minggu, 23-Mei-2021 11:11

Presiden Joko Widodo saat meninjau KIT Batang, April 2021.
Foto : Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat meninjau KIT Batang, April 2021.
6

BATANG, NETRALNEWS.COM - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking PT KCC Glass Indonesia selaku investor pertama di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (20/05/2021).

“Tanggal 30 Juni 2020, kami buka kawasan ini dengan Bapak Presiden, kemudian tanggal 20 Mei 2021, sebelas bulan, langsung kawasannya tahap pertama telah selesai dan hari ini kita menyaksikan groundbreaking KCC. Ini sebuah kerja yang sangat luar biasa,” ujar Bahlil dalam sambutannya saat groundbreaking tersebut, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

KCC Glass Indonesia diproyeksikan akan menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara. Nilai investasi perusahaan berorientasi ekspor ini adalah sekitar Rp5 triliun dan akan menempati lahan seluas 49 hektare di KIT Batang. Diperkiraan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1.200 orang.

Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya akan terus mengawal pengembangan kawasan industri terpadu ini.

“Kami akan amankan apa yang sudah menjadi keputusan pusat untuk mengembangkan ekonomi kita,” tegasnya.

Dalam peresmian pabrik ini, hadir juga Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung, CEO KCC Glass Nae-Hoan Kim, serta Bupati Batang Wihaji.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memantau perkembangan dari pembangunan KIT Batang, pada April 2021 lalu, mengatakan bahwa kawasan ini nantinya akan dihuni oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan relokasi dan investasi ke Indonesia.

Selain KCC Glass Corporation, sejumlah perusahaan multinasional diketahui telah berkomitmen untuk berinvestasi di kawasan ini, seperti perusahaan baterai asal Korea Selatan LG Chem, produsen pipa plastik asal Belanda Wavin, dan perusahaan keramik asal India Abroad Vitrified.

Pemerintah menyiapkan kurang lebih 4.300 hektare lahan bagi pengembangan kawasan. Pada fase pertama, 450 hektare disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Kawasan industri ini dikembangkan selain untuk menjadi salah satu tumpuan pengembangan industri di Indonesia, juga memberi kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi setidaknya 250 ribu tenaga kerja setempat.

Lebih jauh, kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama sekaligus menjadi program prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

KCC Glass Corporation merupakan produsen kaca terbesar di Asia Tenggara yang berasal dari Korea Selatan. KCC Glass Corporation memiliki 2 pabrik untuk memproduksi kaca yang berlokasi di Yeoju dan Jeonui, Korea Selatan.

Perusahaan tersebut akan menempati lahan seluas 49 hektar dengan nilai investasi sekitar Rp5 Triliun di KIT Batang. Pabrik direncanakan akan selesai pada tahun 2023 dan mulai beroperasi pada tahun 2024.

Salah satu anggota konsorsium KIT Batang yaitu PT PP Tbk meyakini kehadiran KCC Glass di KIT Batang akan membawa dampak positif bagi perekonomian. Novel Arsyad Direktur Utama PTPP menyatakan, lapangan kerja baru akan terbuka dan kerja sama yang antara Indonesia dan Korea Selatan dapat lebih berkembang.

Perseroan juga mengapresiasi kehadiran tenant pertama di KIT Batang itu. "Kami berharap dengan dilakukannya kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik tenant pertama ini akan menjadi pemicu bagi para investor besar baik asing maupun domestik untuk memutuskan berinvestasi di KIT Batang," katanya.

KIT Batang ditargetkan untuk menjadi kawasan industri percontohan kerja sama antara pemerintah dengan BUMN, dengan konsep infrastruktur dasar dan pendukung disediakan oleh pemerintah. Infrastruktur meliputi akses jalan untuk tol dan non-tol, penyediaan air baku dan air bersih, kereta api, listrik, gas, terminal kontainer darat (dry port) dan pelabuhan.

Terlibat dalam proyek besar ini antara lain yaitu BKPM, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perindustrian, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jasa Marga dan PT Waskita Toll Road. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli