Netral English Netral Mandarin
15:00wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Klaster Perkantoran Meningkat, Anies Dinilai Lemah Dalam Pengawasan

Selasa, 27-April-2021 17:00

Gubernur Anies Dinilai Lemah dalam Pengawasan Klaster Perkantoran
Foto : netralnews.com
Gubernur Anies Dinilai Lemah dalam Pengawasan Klaster Perkantoran
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tingginya lonjakan kasus COVID-19 di perkantoran menandakan masih lemahnya pengawasan Pemprov DKI disektor perusahaan. Hal tersebut dikatakan anggota PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo.

"Kantor kemungkinan mulai abai soal pembatasan. Seperti tidak memberlakukan sistem kerja 50 persen kerja di kantor dan kerja di rumah," kata Anggara.

Hal itu terlihat dari semakin padatnya jumlah kendaraan yang melintasi jalan raya ibu kota dan semakin padatnya aktivitas di angkutan umum.

"Dinas Perhubungan sendiri mengatakan bahwa angka kemacetan jakarta saat ini sudah hampir sama seperti sebelum PSBB dahulu," urainya.

Dia menduga tingginya angka penularan virus Corona di perkantoran lantaran pegawai tidak secara ketat menerapkan protokol kesehatan saat bekerja. Menurutnya kelalaian itu membuat berdampak pada penyebaran yang makin tinggi.

Anggara meminta, Satpol PP DKI dan Dinas Ketenaga Kerjaan (Disnaker) perlu melakukan sidak (inspeksi mendadak). Tidak hanya dengan melakukan sidak lapangan, tapi juga melakukan pengecekkan sistem kerja di perkantoran tersebut.

Dia menambahkan untuk mengentaskan kasus Corona di Ibukota diperlukan adanya kesadaran bersama bahwa wabah Covid-19 masih membahayakan.” Diperlukan komitmen bersama untuk selalu menerapkan aturan dan protokol terkait kesehatan di segala aspek kehidupan kita," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani