Netral English Netral Mandarin
10:58wib
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan pemerintah agar tak mengangkat anggota TNI atau polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan sebanyak 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
Kok Bisa Pegawai BUMN Ikut Teroris? Tak Bisa Diskrining? DS: Ini Pertanyaan untuk Kangmas Erick Thohir, Harusnya Bisa karena...

Selasa, 20-April-2021 12:22

Denny Siregar dan ilustrasi pelaku bom bunuh diri Makassar
Foto : Kolase Tribunews
Denny Siregar dan ilustrasi pelaku bom bunuh diri Makassar
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar berharap Menteri BUMN Erick Thohir melakukan skrining terhadap pegawai BUMN pasca terungkapnya seorang pegawai BUMN dalam jaringan aksi teror bom Makassar.

“Sejak bom bunuh diri di Makassar, @DivHumas_Polri terus memburu jaringan teroris hasil pembaiatan di markas FPI di Makassar, yang dihadiri Munarman.. Ketangkep lagi satu. Pensiunan BUMN lagi...," ujar Denny, Selasa (20/4/21).

Pernyataannya sempat ditanggapi akun Anti Dusta @AntiDusta yang mengatakan: “Apakah tidak bisa dlakukan Skrining di lingkungan BUMN, PNS dab semua Aparatur Negara agar paham intoleran bisa diputus?”

Denny pun membalas:

“Nah ini pertanyaan untuk kangmas @erickthohir .. Harusnya bisa, karena kalau ada kemauan disitu ada jalan…,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang pegawai BUMN yang diduga masuk jaringan pelaku bom bunuh diri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Terduga teroris ini diamankan di Kabupaten Maros pada Minggu (18/4/2021). Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan mengatakan, pelaku berinisial N (58), merupakan pegawai salah satu BUMN. 

Namun dia enggan menjelaskan detail nama instansinya. 

"Yang diamankan ini terlibat dalam kelompok JAD dan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar," kata Kombes Pol E Zulpan di Kota Makassar, Sulsel, Senin (19/4/2021). 

Saat ini totalnya ada 33 orang yang diamankan, dua di antaranya perempuan. Merkea diduga terkait aksi terorisme di Kota Makassar dan masuk jaringan JAD.  

Sebelum menangkap N, kata dia, Densus 88 mengamankan pemuda berinisial MA (31) di salah satu kafe Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. 

Warga Bakar Rumah Terduga Pembunuh Ibu dan Anak di Makassar, 2 Mobil Hangus 

"Densus 88 punya kewenangan waktu pemeriksaan 21 hari sebelum ditingkatkan statusnya. Sabar saja dulu masih pengembangan juga semuanya," ujar dia. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto