Netral English Netral Mandarin
02:48wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Kokohnya Arsitektur Rumah Baduy, Tahan Hadapi Goncangan Gempa

Sabtu, 15-January-2022 17:21

Rumah adat masyarakat Baduy memiliki ketahanan saat terjadi gempa bumi.
Foto : ISTIMEWA
Rumah adat masyarakat Baduy memiliki ketahanan saat terjadi gempa bumi.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Masyarakat adat Baduy juga merasakan guncangan gempa Magnitudo 6,6 di Banten pada Jumat (14/1/2022) kemarin. Meski begitu, dipastikan tidak ada satupun rumah mereka yang rusak.

Jamal, salah satu masyarakat adat Baduy di Kaduketug 3, Kabupaten Lebak, Banten mengatakan guncangan gempa terasa hingga ke pedalaman Baduy. Namun, masyarakat tidak panik berhamburan ke luar rumah.

“Lumayan kencang banget, terasa gempanya. Tapi masyarakat santai saja, justru berdiskusi kenapa terjadi gempa, gempanya di mana,” kata Jamal, Sabtu (15/1/2022).

Soal tak ada satu rumah adat Baduy yang tidak rusak akibat goncangan gempa, rahasianya pada bahan material yang digunakan. Katanya, rumah adat Baduy menggunakan kayu, dan di bawahnya ada umpek (batu).

“Banyak rongga di rumah, jadi kalua terjadi gempa, rumah akan mengikuti goyangan dari gempa. Tapi enggak ada yang roboh,” ujarnya.

Selain itu, saat membangun rumah, masyarakat Baduy tidak boleh sembarangan. Ada ritual yang harus dijalani. Para sesepuh desa akan berunding untuk menentukan lokasi dan waktu pembuatan rumah.

“Ada ritualnya, enggak boleh membangun rumah di sembarangan tempat,” ucap Jamal.

Kata Jamal, masyarakat Baduy sangat mempercayai di semua tempat ada ‘mahluk’ yang menghuni. Harus izin terlebih dulu sebelum hidup berdampingan dengan mereka.

Ia pun mengungkapkan salah satu pantangan masyarakat Baduy, yaitu tidak boleh membangun rumah dekat sumber mata air.

“Kita sudah membaca dampak terjadi bencana. Kalua nanti longsor atau banjir, maka jangan membangun rumah di dekat mata air. Kalau terjadi gempa bagaimana? Rumah jangan disemen, lebih berbahaya,” tuturnya.

Jamal menyebutkan, ritual yang dilakoni masyarakat Baduy tidak lain untuk menghargai alam. Ritual itu harus dilakukan sebagaimana para leluhur melakukannya.

“Kita menjaga alam, karena kita hidup berdampingan dengan alam. Manusia tidak boleh egois,” kata Jamal dengan tegas.

Reporter : Adi Subchan
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi