Netral English Netral Mandarin
09:02wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Komentari Perihal Pelaksanaan Sidang HRS, DT: Maklum Kadrun Penjual Agama Sangat Brutal

Sabtu, 27-Maret-2021 18:15

Politisi Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi Dewi Tanjung
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Politisi PDIP Dewi Tanjung (DT) angkat bicara soal persidangan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Dewi menilai bahwa sidang HRS sebelumnya penuh dengan kegaduhan dan provokasi sehingga dia menyarankan agar pengacara dan pengunjung sebaiknya dibatasi.

Perempuan yang biasa disapa Nyai ini merasa senang karena sarannya didengar. Seperti diketahui Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur membatasi jumlah tim kuasa hukum yang hadir dalam ruang persidangan  HRS yang digelar tatap muka atau langsung pada Jumat (26/3/2021).

Menurut Dewi langkah membatasi pengunjung di sidang HRS sebagai salah satu bentuk antisipasi untuk mengantisipasi pendukung HRS yang tidak tahu etika sopan santun.

"Akhirnya saran Nyai untuk memperketat Sidang Rizik Di lakukan juga..Pengacara dan pengunjung di batasi untuk mengantisipasi Terjadinya kegaduhan dan provokasi yg di lakukan oleh pendukung Rizik sihab yg Tidak Tau etika Sopan santun," tulis Dewi di akun Twitternya.

Di akhir cuitannya Dewi mengatakan kita memaklumi saja karena si kadrun merupakan penjual agama yangvsangat brutal.

"Maklum Kadrun penjual agama sangat Brutal..!!," ujarnya.

Cuitan Dewi pun direspon berbagai komentar pro dan kontrar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Sabtu (27/3/2021).

@lejef: Karena sudah terbukti terjadi kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan penekanan publik pada pengadilan,yang notabene tidak sesuai dengan term & conditions yg disepakati di awalmaka sebaiknya sidang kembali dilaksanakan secara online seperti semula.

@Anaklan33234254: Sesungguhnya mereka tidak sadar dg apa yg telah mereka lakukan. Kasihani dan Doakan yg baik2 saja untuk mereka 

@Putro66707263: Majelis hakim hrs tegas dngn gerombolan mereka,karna smakin d turuti maunya mrk,maka mkin nglunjak merka,gerombolan yg pernah tau trimakasih,.

@anonapostate: Bukan brutal sih. Tp tidak menghormati wibawa dan sistem hukum di Indonesia. Tidak hormat juga ama pemerintah. Di negara lain “contempt to court” bisa dijatuhi hukuman lgsg.

@gani_zulfahri: Di mana negara mayoritas muslim, di situ jadi ladang kadrun cari makan melalui bisnis tipu2 syariah (jual ayat, juqk bidadari dan kapling sorga). Tak lama lagi mereka akan jual surat pengampunan dosa.

 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli