Netral English Netral Mandarin
19:54 wib
Para tenaga medis yang kelelahan diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Sebab, pada saat yang sama angka penambahan kasus terus meningkat. Keputusan untuk melanjutkan atau tidak operasi gabungan  pencarian dan evakuasi korban serta puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bakal diputuskan Senin (18/1).
Komisi A Sayangkan Anies Ajukan Satu ASN untuk Calon Wali Kota Jakarta Pusat

Selasa, 08-December-2020 19:40

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono
Foto : Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - DPRD DKI Jakarta telah menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) kepada Dhany Sukma sebagai calon Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Selasa (8/12/2020) siang. Saat ini, Dhany mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono menilai, sejauh ini Dhany telah menjawab pertanyaan yang disampaikan dengan baik. Namun Mujiyono menyayangkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya mengajukan satu sosok saja sebagai calon tunggal Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.

“Lumayan bagus, tapi yang disodorkan cuma satu jadinya kan nggak ada komparasinya. Kan yang diajukan pak gubernur yang memenuhi syarat cuma dia (Dhany),” kata Mujiyono di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa (8/12/2020).



Mujiyono mengatakan, ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Dhany saat fit and proper test itu. Di antaranya kemampuan Dhany dalam menguasai teritorial, termasuk pekerjaan rumah (PR) polemik kerumunan yang pernah terjadi di wilayah Petamburan, Tanah Abang.

“Kemudian potensi kriminalitas, permukiman dan perkotaan lalu kesenjangan sosial yang ada. Termasuk soal seandainya terjadi kasus kerumunan warga seperti di Tanah Abang bagaimana solusinya,” jelasnya.

Selain itu, kata Mujiyono, Dhany juga harus menjalin sinergitas yang baik dengan para pemangku wilayah setempat seperti Dandim Jakarta Pusat, Kapolres Jakarta Pusat, Kajari Jakarta Pusat, tokoh Betawi dan sebagainya.

“Menurut saya lumayan mumpuni, namun kan kami tidak bisa membandingkan dia baik dari yang lain, karena calon cuma satu. Lagi pula kan nggak boleh lama-lama juga kosong (jabatan Wali Kota Jakpus),” ungkapnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan nama Dhany Sukma, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Anies meminta pertimbangan kepada dewan untuk dapat mengangkat Dhany sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, atau mengganti Bayu Meghantara yang dicopot beberapa waktu lalu.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati