Netral English Netral Mandarin
04:36 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Komnas HAM Pastikan Laskar FPI Bawa Senjata Api, DS: Seharusnya Polisi Segera Menangkap Munarman

Sabtu, 09-January-2021 21:15

Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan bahwa seharusnya kepolisian menangkap Munarman setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memastikan bahwa enam laskar FPI memang membawa senjata.

Pasalnya, Munarman sebelumnya selalu berteriak bahwa tidak ada anggota laskar FPI yang membawa senjata api.  

“Sesudah @KomnasHAM memastikan bahwa laskar FPI memang membawa senjata api, seharusnya @DivHumas_Polri  segera bergerak menangkap Munarman karena dia kemaren yang sebarkan hoax tidak pernah bawa senjata api..” tulis Denny di akun Twitternya, Sabtu (9/1/2021).



Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut adanya bukti yang mengarah pada kepemilikan senjata api yang diduga milik laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam penyelidikan kasus tewasnya enam anggota laskar FPI.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut pihaknya menemukan tujuh barang bukti yang diduga bagian dari proyektil peluru.

Dalam proses lanjutan, Anam mengungkapkan dua barang bukti dinyatakan bukan bagian dari proyektil.

"(Sedangkan) lima barang bukti merupakan bagian dari proyektil," ungkap Anam dalam konferensi pers, Jumat (8/1/2021).

Kemudian dari lima proyektil tersebut, sebanyak dua buah identik dengan senjata non rakitan.

"Satu identik dengan gagang cokelat, dan satu tidak identik dengan gagang cokelat maupun putih," ungkap Anam.

Kemudian tiga buah sisanya disebut tidak bisa diidentifikasi karena proses defarmasi yang terlalu besar.

"Empat barang bukti yang diduga dari selongsong, satu barang bukti dinyatakan bukan bagian dari selongsong, tiga selongsong peluru identik dengan senjata kepolisian," ungkap Anam.

"Jadi dari apa yang kami temukan di lapangan, dua identik dengan senjata rakitan yang diduga miliknya FPI, gagang cokelat dan putih, yang tiga selongsong identik dengan milik kepolisian," paparnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati