Netral English Netral Mandarin
09:16wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Konsentrasi Partai Demokrat Tidak di Pilpres 2024 atau Kawin Koalisi Parpol, Melainkan…

Minggu, 30-Mei-2021 00:05

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra
Foto :
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan saat ini partai berlambang Mercy tersebut sedang fokus atau konsentrasi berkoalisi dengan rakyat bukan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Instruksi Ketua Umum kami jelas kepada seluruh jajaran. Pertama, bantu rakyat dengan gerakan nasional lawan corona termasuk gerakan nasional peduli dan berbagi," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Hal itu dilontarkannya terkait pernyataan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebutkan PDI-P sulit berkoalisi dengan PKS karena berbeda ideologi dan dengan Partai Demokrat karena berbeda DNA.

 

"Jadi konsentrasi Partai Demokrat tidak di Pilpres 2024 atau kawin koalisi partai politik dulu melainkan bagaimana berkoalisi dengan rakyat. Belanda masih jauh," kata dia.

Demokrat juga menyerukan agar seluruh partai koalisi pemerintah mendukung penuh kebijakan Presiden Jokowi serta menyukseskan program-program dalam dalam masa pandemi hingga 2024.

Sebab, jangan sampai ada yang menghambat program pemerintah sebagaimana telah didukung juga oleh seluruh partai termasuk Demokrat dalam upaya melawan pandemi sekaligus mengatasi kesulitan ekonomi saat ini.

"Kebijakan Demokrat sekali lagi jelas dan nyata, bantu rakyat untuk keluar dari kesulitan akibat pandemi dan ekonomi ini," ujarnya.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli