Netral English Netral Mandarin
18:59wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Kontroversi Film Selesai, Netizen: Tak Jelas Arahnya Film Ini Cuma Eksploitasi Perempuan

Sabtu, 21-Agustus-2021 20:08

Sutradara Film Tompi
Foto : Istimewa
Sutradara Film Tompi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM-

Kontroversi Film garapan Penyanyi sekaligus Dokter Tompi terus bergulir. Film dengan judul selesai itu jadi bahan gunjingan para netizen.

Salah satu netizen dengan akun @sandhatu menilai kalau film dengan pemain Ariel Tatum, Gading Martin serta Anya Geraldine ini dinilai tak jelas arahnya.

"Film ini terlalu kuning. Mungkin pembuat film ini mau memberikan pesan simbolis dengan memainkan warna kuning, yang mana saya ragu apakah pesan itu tersampaikan atau tidak," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Dalam reviewnya, sejak awal penulis tidak tahu arah film ini. Apakah ia film horor, komedi, drama keluarga, atau apa? Latarnya seperti film horor, ceritanya tentang drama keluarga?, dan scoringnya seperti sitkom.

"Objektifikasi terhadap perempuan di film ini terlihat jelas. Perempuan dianggap sebagai pemuas dan pelayan laki-laki. Ia memiliki tanggung jawab untuk melahirkan, melanjutkan keturunan, dan juga sebagai objek seks," lanjut tulisnya.

Pertanyaannya, apakah film ini menggambarkan realita, atau mengekploitasi penindasan terhadap perempuan?

"Sebuah karya fiksi bisa menjadi cerminan keadaan di dalam masyarakat, tetapi mengeksploitasi penindasan," Tulisnya dalam utas.

Kalau pembuat film ini benar-benar ingin membuat film tentang penindasan terhadap perempuan, dibutuhkan riset yang dalam dan representasi di dalam pembuatan film tersebut. Meskipun sebenarnya lebih baik berikan kesempatan kepada perempuan untuk menceritakannya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani