Netral English Netral Mandarin
04:52wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
KOPEL Desak Azis Syamsuddin Mundur dari Wakil Ketua DPR

Minggu, 02-Mei-2021 23:30

Azis Syamsuddin
Foto : CNN
Azis Syamsuddin
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti Senior Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia Syamsuddin Alimsyah meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk segera memproses Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang namanya terseret dalam kasus dugaan suap Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju oleh Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Pasalnya, Alimsyah menyebut, perbuatan Azis Syamsuddin patut diduga masuk dalam kategori perbuatan pelanggaran etik berat.

"Kami mendesak MKD segera memproses Azis Syamsuddin, menyidangkan dan merekomendasikan pemberhentiannya dari Wakil Ketua DPR dan Anggota DPR karena dipandang secara sadar melakukan perbuatan pelanggaran etik berat. Bahkan diduga melakukan persekongkolan jahat, menghambat pemberantasan korupsi," kata Alimsyah dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021).

Alimsyah mengatakan, KOPEL sudah melaporkan Azis ke MKD pada Rabu (28/4/2021) lalu. Dalam laporannya, KOPEL menyebutkan Azis Syamsuddin melakukan perbuatan tidak pantas yang merendahkan citra dan martabat DPR, bekerja tidak profesional dan mengandung tindakan korupsi dan kolusi serta melakukan perbuatan melawan hukum.

"Jadi, MKD harus bergerak cepat supaya tidak  dituding malah melindungi Azis Syamsuddin atau korupsi," ujar Alimsyah.

Selain itu, Alimsyah juga mendesak KPK mengusut keterlibatan Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap tersebut secara cepat dan terbuka. Menurutnya, kepastian status Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjadi penting termasuk menghindari kegaduhan politik.

"Apalagi Azis adalah seorang pimpinan yang diyakini memiliki kekuatan untuk bisa melakukan upaya pengaruh terhadap KPK. Termasuk boleh jadi pengaruh ke dalam KPK sendiri. Sebagai bukti Azis bisa memfasilitasi pertemuan di rumah dinas," imbuhnya.

Partai Golkar, lanjut Alimsyah, juga perlu bergerak cepat membentuk komisi disiplin dan memproses pemberhentian Azis Syamsuddin. Menurutnya, Partai Golkar seharusnya menjadikan kasus mantan Ketum Golkar Setya Novanto sebagai pengalaman yang baik agar tidak dituduh sebagai partai yang melindungi koruptor.

"Partai Golkar harus sadar betul pemilu semakin dekat dan harus menjaga betul persepsi publik terhadap Golkar," ungkap dia.

Lebih jauh, Alimsyah berpendapat bahwa lebih gentle jika akhirnya Azis Syamsuddin yang mengundurkan diri dari Wakil Ketua DPR maupun dari Partai Golkar sehingga bisa fokus menghadapi dugaan perkara yang dituduhkan kepadanya.

Karena itu, KOPEL Indonesia mendesak Azis Syamsuddin segera mundur baik dari Wakil Ketua DPR maupun dari partai Golkar.

"Kami mendesak Azis Syamsuddin sendiri segera mundur dan fokus menjalani proses kasusnya. Lalu semua institusi tadi mulai dari MKD DPR, KPK dan Partai Golkar bisa berjalan tanpa harus menunggu satu sama lain," pungkas Alimsyah.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P