3
Netral English Netral Mandarin
20:36 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Disandingkan dengan Orang Utan, Pigai: Selama Pemerintahan Jokowi Kejahatan HAM di Papua Cenderung Didasari Rasisme 

Minggu, 24-January-2021 18:15

Foto :
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Kemanusiaan yang juga merupakan Mantan Komisioner Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengaku menjadi korban rasisme. 

Ini terjadi menyusul adanya sebuah akun media sosial bernama Ambroncius Nababan. Akun tersebut mengunggah foto Pigai sambil menyandingkannya dengan foto hewan, Orang Utan. 

Mengetahui hal ini, Pigai tidak hanya tinggal diam. Pigai justru memberikan komentar dan menyeret nama Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Selama pemerintahan Joko Widodo, pembantaian, pembunuhan dan kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme," ujar Pigai, dikutip dari cuitannya, Minggu (24/1/2021).

Lebih lanjut Pigai tegaskan bahwa kita harus menghapuskan rasisme. Menurutnya negara memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang bersebrangan dengan kekuasaan. 

"Rasisme telah menjadi kejahatan kolektif negara pada Rakyat Papua, Bangsa Melanesia," tegas Pigai. 

Lebih lanjut kasus ini menarik perhatian warganet, khususnya pengikut Pigai. Banyak yang memberikan dukungan pada Pigai serta kendukung pria dari timur Indonesia tersebut. 

"Laporkan dan Proses hukum aja bg...  Hingga Sampai mana batasnya.. 

Org mimpi sj mereka laporkan..," cuit @anton_kak***.

"Demi Alloh rasis yang mreka gaungkan takkan mrubah ikatan batiniah kami sesama anak bangsa.

Bagi kami...engkau tetap saudara kami

Kami sadar btul bang pigai bukan tidak ingin mendapatkan bang pigai lebih tahu ujung nasip dr sebuah pelaporan adlh pembiaran," cuit @syaif***.

"Rasa hormat sy kepada bapak Natalius Pigai yang sungguh luar biasa di tengah cacian,makian,hinaan dan Rasisme beliau tetap berpikir dengan logika yang Jernih," cuit @asep_ad***.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP