Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:29wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Ungkap Korupsi Bansos Terindikasi Sebulan Sebelum Pandemi Diumumkan, Haikal: Kalian Tak Beradab!

Rabu, 24-Februari-2021 13:35

Haikal Hassan Baras
Foto : Istimewa
Haikal Hassan Baras
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kesal dengan kasus korupsi bansos Covid-19, Haikal Hassan Baras membuat cuitan sindirin ditujukan ke mereka yang memang menjadi pelaku korupsi. 

"Kalian tak beradab!!! Menginjak2 keadilan!!! Perampok duit rakyat!!! Penghancur NKRI !!!" katanya melalui akun Twitter, Rabu (24/2/21).

Ia kemudian menirukan para kruptor yang minta maaf lalu dimaafkan tanpa ditindak.

"Ehhh Maafkan saya ... Amaaan," imbuh Haikal.

Haikal juga mengungkapkan bahwa diduga kasus Bansos sudah terindikasi sebulan sebelum pandemi Covid-19 diumumkan.

"Kasus BANSOS mulai terindikasi Pebruari 2020. Pandemi COVID mulai diumumkan Maret 2020. DIDUGA BEGITU... Sampai disini faham?" tanya Haikal.

Sementara itu secara terpisah sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti dalam kasus korupsi Bansos Covid-19. KPK menyatakan tengah mendalami seputar pengetahuan anggota DPRD Kendal itu mengenai duit dari eks Menteri Sosial Juliari Batubara di kasus bansos.

“Didalami pengetahuannya terkait dengan adanya pengembalian sejumlah uang oleh saksi yang diduga diterima dari tersangka JPB melalui perantaraan pihak lain,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 19 Februari 2021.

Adapun Akhmat Suyuti memilih bungkam sesudah diperiksa KPK. "Enggak (saat dikonfirmasi)," kata dia.

KPK memanggil anggota DPRD Kendal itu untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso. Suyuti keluar dari gedung KPK sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung pergi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 5 orang menjadi tersangka yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, dua PPK Kemensos (Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso), serta dua pihak swasta Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

KPK menduga Juliari Batubara menyunat dana bansos Covid-19 sebanyak Rp 10 ribu dari tiap paket yang disalurkan di Jabodetabek. Jumlah duit yang diterima Juliari Batubara dari pengadaan program bansos tersebut diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto