Netral English Netral Mandarin
16:38wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Korupsi Bupati Probolinggo Terkuak, SMI Murka, Netizen: Musim Bansos yang Makmur Makin Makmur

Minggu, 05-September-2021 09:35

Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Foto : Kemenkeu
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) murka  usai kasus korupsi yang melibatkan Bupati Probolonggo terkuak. Pasalnya, dana bantuan dikucurkan belasan triliun tapi kesejahteraan tak sebanding dengan bantuan yang dikucurkan. 

Warganet ikut berkomentar keras. Di akun FB Mak Lambe Turah, Minggu 5 September 2021, sejumlah netizen berpendapat bahwa musim bansos malam membuat yang makmur makin makmur, yang miskin tetap miskin. 

MLT: “Logikanya begitu.  BUDGETNYA GEDE tapi PROGRAM 10 persen aja gak sampai, kemiskinan makin melonjak..Kira2 sudah bisa ditebak. Tapi semua tergantung dari KAPEKA nya. kura kura begitu..”

Ani Purbalingga: “Musim bansos yg makmr makin makmr yg kismin tetp dgn kekisminannya.”

Untuk diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyentil kasus korupsi dugaan jual beli jabatan yang menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suami Hasan Aminuddin.

Sri Mulyani sepertinya murka terhadap kasus yang dibongkar KPK tersebut. Sebab, APBN yang digelontor ke Kabupaten Probolinggo cukup besar dan setiap tahun terus meningkat.

Sindiran menohok Menkeu Sri Mulyani itu disampaikannya melalui media sosial Instagram @smindrawati.

Ia membeberkan sejumlah data yang menunjukkan bahwa anggaran yang diterima Pemkab Probolinggo sangat besar.

"Jumlah Transfer Keuangan dari APBN ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012-2021 mencapai Rp 15,2 Triliun. Dari Rp 959 miliar (2012) menjadi Rp 1,857 Triliun (2021). Total Dana Desa sejak 2015-2021 mencapai Rp 2,15 Triliun untuk 325 Desa. Masing-masing desa rata-rata mendapat Rp 291 juta (2015) naik 3,5 kali menjadi Rp 1,32 milyar (2021)," tulisnya.

Namun, anggaran fantastis itu tidak mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Dibuktikan dengan data anak kurang gizi dan angka kemiskinan.

"Anak usia di bawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting) naik dari 21,99% (2015) menjadi 34,04% (2019). 3,5 anak dari 10 anak kurang gizi..! Pengangguran terbuka naik dari 2,89% (2015) menjadi 4,86% (2021). Kemiskinan turun 20,98% (2015) menjadi 18,61% (2020). Hampir satu dari 5 penduduk masih miskin..!," sambung dia.

Sebagai penutup, Ia menegaskan bahwa korupsi adalah musuh utama.

"Korupsi adalah MUSUH UTAMA dan MUSUH BERSAMA dalam mencapai tujuan mencapai kemakmuran yang berkeadilan," ujar Sri Mulyani dinukil Suara.com. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli