Netral English Netral Mandarin
15:18wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Korupsi Ekspor Benur, Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Penjara

Kamis, 15-Juli-2021 18:30

mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Foto : Istimewa
mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (15/7/2021), memvonis mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan hukuman 5 tahun penjara, karena dinilai terbukti melakukan korupsi berupa penerimaan suap dalam ekspor benih bening lobster (BBL) alias benur.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Edhy Prabowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama, dengan ini menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun,” kata ketua majis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta saat membacakan amar putusan.

Hanya memenjarakan politisi Partai Gerindra itu, majelis hakim juga memvonis Edhy dengan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Vonis ini sama seperti tuntutan jaksa yang sempat menuai sorotan karena dianggap terlalu ringan.

Hakim meyakini Edhy bersalah dan melakukan korupsi berupa suap dari sejumlah eksportir benih lobster, sehingga dinyatakan secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 12 huruf a UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Edhy Prabowo bersama sejumlah anak buahnya diyakini menerima suap sebesar USD 77 ribu dan Rp 24.625.587.250 atau total sekitar Rp 25,75 miliar dari para eksportir benur terkait percepatan pemberian izin budidaya dan ekspor.

Salah satu pemberinya adalah Suharjito, Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) yang menyuap Edhy sebesar Rp 2,146 miliar, dan disidang secara terpisah (split).

Dalam sidangnya, dia divonis 2 tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider 3 bulan, dan sudah dieksekusi ke Lapas Cibinong.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi