Netral English Netral Mandarin
15:52 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Kejati Papua Tangani Kasus Korupsi Uang Negara Rp218 Miliar

Sabtu, 19-December-2020 19:45

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo.
Foto : tvpapua.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo.
0

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo mengakui, uang negara yang belum berhasil diselamatkan sebesar Rp218 miliar. Besarnya uang negara yang belum berhasil diselamatkan itu berasal dari berbagai kasus yang saat ini ditangani Kejati Papua.
 
"Adapun uang negara yang berhasil diselamatkan saat ini tercatat Rp6,5 miliar," kata Kondomo di Jayapura,  Sabtu (19/12/2020).

Menurutnya, uang yang diselamatkan itu sebagian besar berasal dari penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa korporasi PT VCIW Industri pada kegiatan penerbangan kayu dalam areal penggunaan lain (APL) di Kabupaten Keerom tahun 2011-2012 yang tidak melakukan pembayaran nilai tegakan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp5.205.217.748,-.
 
Saat ini, tercatat empat kasus dalam status penyidikan yakni dugaan tindak pidana korupsi gratifikasi dengan tersangka YB yang saat ini menjabat Bupati Waropen.
 
Kemudian, kasus dugaan korupsi pemberian kredit modal kerja konstruksi kepada 47 debitur sebesar Rp188 miliar yang dilakukan BPD Papua Cabang Enarotaki tahun 2016 dan 2017.

Dugaan korupsi pengelolaan dana hibah dan pengelolaan dana bansos di BPKAD Keerom tahun 2017. 



Ia menambahkan, saat ini ada 24 kasus dugaan korupsi yang masih diselidiki penyidik Kejati Papua.
 
"Mudah-mudahan dapat menyelamatkan uang negara yang hingga kini belum terselamatkan, " kata Kondomo, seperti dilansir Antara.

Reporter :
Editor : Irawan HP