Netral English Netral Mandarin
21:57wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
KPK Kembali Lakukan OTT, Eko: Ada Novel atau Gak Ada Sama Aja Kok, KPK Masih KPK

Rabu, 20-Oktober-2021 17:00

Novel Baswedan
Foto : Istimewa
Novel Baswedan
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi (EK) ikut mengomentari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK kembali melakukan  OTT terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra.

Operasi senyap lembaga antirasuah itu terkait dugaan suap perizinan perkebunan.

Selain Bupati, KPK juga mengamankan 7 orang lainnya dalam giat tangkap tangan di Provinsi Riau tersebut.

“Informasi yang kami peroleh terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait dengan perijinan perkebunan,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Selasa (19/10/2021).

Terkait hal itu, Eko membandingkan tak ada perubahan yang berarti dengan tidak adanya Mantan Penyidik KPK Novel Baswesan di lembaga antirasuah itu.

"Ada Novel atau gak ada Novel, sama aja kok,"tulis Eko di akun Twitternya, Selasa (19/10/2021).

Lebih lanjut Eko mengatakan tanpa ada Novel, KPK masih tetap melakukan OTT.

"KPK masih KPK...," ujarnya.

Cuitan Eko pun direspon berbagai komentar oleh Netizen. Betikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Rabu (20/10/2021).

@si_adrianus: Kalau Novel mungkin pilih pilih siapa yang mau di OTTDaftarnya sudah ada, tinggal dipilih saja yang berpotensi membangun image baik dirinya *Mungkin

@ika_lidwina: Jika yang dicokok yang berada di ring satu dulu, ring-ring lainnya akan mengalami shock theraphy. Tapi jika yang dicokok ring yang jauh dulu, apa akan terjadi shock theraphy pada pelaku di ring satu?

@BagusAng4NR: KPK bukan di lihat dari namanya.. tapi independentnya orang tersebut tanpa mengenal saudara, teman, ataupun presiden bahkan Ulama/Tokoh Agama... Bila kecium ada uang cacat yang masuk ke kantongnya(klo nyebut rekening riba).. aturan Pak @DivHumas_Polri @DlVHUMASPOLRI @Puspen_TNI

@eko1210: Sebuah organisasi yg baik tdk tergantung pd awaknya tp sistem yg sdh settled yg bekerja mengatur irama kinerja mereka.Sbg sebuah lembaga adhoc apakah kpk msh diperlukan ?

@KKampul: Andelannya ya cuman OTT yg jauh, kalok yg klebihan bayar ddpan mata ya bukan kategori korupsi.Oh oh oh, spt-nya ketakutan ada ‘balas dendam’ kalok si manies naik jembatan ancol.

@pputrayantha: KPK bisa hebat krn kewenangan yg diberikan kepadanya luar biasa, klo dg kewenangan tsb dan dana operasional yg dipakai masih gak bisa nangkep yg kelas kakap itu namanya TERLALUU...

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi