Netral English Netral Mandarin
22:20wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Kritik Aksi Jokowi Bagi Sembako dan Kaus Hingga Warga Terjun ke Selokan, PKS: Kurang Etis, Jangan Dicontoh

Jumat, 03-September-2021 13:00

Anggota DPR dari Fraksi PKS, Alifudin
Foto : Istimewa
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Alifudin
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR dari Fraksi PKS, Alifudin, menyayangkan masih banyaknya masyarakat dan pejabat yang berkerumun di masa pandemi Covid-19 ini, apalagi kerumunan yang disebabkan oleh pembagian bingkisan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kerumunan saat pandemi Covid-19 ini tidak diperbolehkan dan harus mengikuti aturan, karena akan berdampak pada penularan virus Covid-19, apalagi virus Covid-19 itu akan terus bermutasi, maka jangan ada kerumunan dulu,” kata Alifudin, Jumat (3/9/2021).

Hal tersebut disampaikan Alifudin terkait aksi Jokowi bagi-bagi sembako dan kaus di Cirebon, Jawa Barat yang memicu kerumunan massa hingga ada warga yang masuk ke selokan air yang keruh demi mengambil bingkisan dari Presiden.

“Gaya atau cara melempar sembako ke rakyat itu kurang etis, dan jangan mencontoh ya untuk para filantropis Indonesia, baiknya ketika niat yang baik untuk berbagi, juga diringi dengan cara yang baik juga,” ujar alifudin.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Cirebon pada Selasa (31/8/2021) untuk meninjau vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah.

Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi sempat memberikan bantuan sembako dan bingkisan berupa kaus kepada warga. Warga Kota Cirebon bahkan sampai rela berlumur kotoran terjun ke selokan mengambil kaus tersebut.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati