Netral English Netral Mandarin
21:13wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Kritik Aturan Naik Pesawat Wajib PCR, PKS: Kalau Tak Diubah, Harga PCR Samakan dengan Antigen

Minggu, 24-Oktober-2021 22:20

Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin
Foto : Istimewa
Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS, Alifudin, mengkritik penerapan syarat wajib tes Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) sebagai syarat bepergian menggunakan pesawat.

Aturan wajib PCR itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 2, dan 1 di Jawa-Bali.

Alifudin mengatakan, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut karena tes PCR dinilai terlalu mahal bagi masyarakat. Apalagi, lanjutnya, masa berlaku PCR hanya 2×24 jam.

“Padahal sudah berulangkali mengingatkan pemerintah agar kaji ulang kebijakan syarat PCR untuk penerbangan, karena terlalu mahal dan tidak semua moda transportasi diberlakukan sama," kata Alifudin dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/10/2021).

“Bukan karena dia orang kaya bisa naik pesawat, dan juga bukan orang miskin dia naik transportasi darat, kaya KRL, bus dan lainnya, tapi karena kebutuhan masyarakat dalam melakukan perjalanannya,” jelasnya.

Karenanya, ia kembali meminta agar pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan tersebut. Jika aturan itu tidak diubah, Alifudin mengusulkan agar harga PCR ditekan dan disamaratakan dengan antigen.

“Jadi, konkritnya pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri yang terhormat, kaji ulang terkait ini dengan para ahli, jika opsi dari kami yaitu harga PCR disamakan dengan harga antigen,” tutup Alifudin.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi