Netral English Netral Mandarin
09:17wib
Pemerintah akan mengubah tata laksana penggunaan obat untuk para pasien Covid-19 guna mengantisipasi virus corona varian Delta berdasarkan usulan lima organisasi profesi kedokteran. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah wilayah kabupaten/kota tertentu mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.
Kritik JPU, Lieus: Saya Saksikan Sendiri Habib Rizieq Dimuliakan Pengikutnya

Kamis, 24-Juni-2021 01:18

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.
Foto : Istimewa
Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, mengkritik keras jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut gelar Imam Besar terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) hanya isapan jempol belaka.

Menurut Lieus, pernyataan jaksa itu terkesan tidak etis, tidak profesional dan cenderung provokatif.

“Dalam pembacaan repliknya, JPU selain mendakwa Habib Rizieq telah membuat keonaran dan berbohong terkait penyebaran hoax tes swab di RS Ummi, juga menyebut gelar Imam Besar yang disandang Habib Rizieq adalah isapan jempol. Pernyataan ini jelas sangat tidak etis, tendensius dan provokatif,” kata Lieus melalui keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021)

Padahal, tambah Lieus, sepengetahuannya gelar Imam Besar itu bukan buatan Habib Rizieq sendiri, tapi datang dari umat Islam di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya menilai pernyataan JPU itu out of contex dan tak ada kaitannya langsung dengan kasus yang dituduhkan. Pernyataan JPU itu sangat tendensius dan kesannya sengaja ingin memprovokasi umat Islam, khususnya mereka yang mendukung Habib Rizieq,” ujarnya.

Karenanya, menurut Lieus, jaksa harus menarik pernyataannya itu. “Apapun alasannya, pernyataan JPU yang tak ada kaitannya langsung dengan kasus, tidak sepantasnya dilontarkan dalam persidangan,” tegasnya.

Lieus menyebut, apapun kasus hukum yang didakwakan JPU, pada kenyataannya Habib Rizieq adalah seorang Imam Besar yang berpengaruh dengan jutaan pengikut.

“Ini adalah fakta yang tak bisa dibantah. Saya menyaksikan sendiri bagaimana Habib Rizieq dimuliakan oleh pengikutnya,” tutur Lieus.

Oleh sebab itu, Lieus meminta Jaksa Agung untuk menindak JPU yang mengeluarkan pernyataan tidak etis dan provokatif itu. “Jaksa Agung harus memecat bawahannya yang bekerja tidak profesional seperti itu,” tandasnya.

Selain itu, Lieus juga meminta Majelis Hakim PN Jakarta Timur menjadikan pernyataan-pernyataan JPU yang bertendensi melecehkan dan provokatif itu, yang tak ada hubungannya langsung dengan kasus yang didakwakan, sebagai pertimbangan yang bisa membebaskan Habib Rizieq dari semua dakwaan JPU.

Sebelumnya, JPU dalam replik atau tanggapan atas pleidoi Habib Rizieq dalam kasus tes swab di RS Ummi Bogor, menyebut bahwa Rizieq kerap melempar tudingan terhadap jaksa dan sejumlah tokoh tanpa dasar yang jelas.

Jaksa juga mengatakan kalau eks pentolan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sering mengumpat dengan kata-kata kasar dan tidak etis dalam pledoinya.

Jaksa menilai, tidak sepantasnya Rizieq melontarkan kata-kata tersebut di persidangan, apalagi selama ini Rizieq dianggap sebagai guru, tokoh, orang berilmu, bahkan dijuluki imam besar.

"Tanpa filter, kalimat-kalimat seperti ini lah dilontarkan terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas," kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

"Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," ujar jaksa. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati