Netral English Netral Mandarin
09:37wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Kritik Keras Partai Demokrat, Denny Siregar: Mbok ya Perang Itu Melawan Kemiskinan, Ketidakadilan, Itu Baru Gagah

Rabu, 28-Juli-2021 18:35

Ilustrasi Partai Demokrat
Foto : CNBC Indonesia
Ilustrasi Partai Demokrat
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar menanggapi seruan Demokrat yang menyatakan perang dengan buzzer. 

“Partai @PDemokrat itu maksudnya apa ya perang lawan BuzzeRp? Mbok ya, perang itu melawan kemiskinan, ketidakadilan, itu baru gagah..,” kata Denny Siregar, Rabu 28 Juli 2021.

“Gua geli baca @PDemokrat sedang sibuk perang lawan buzzeRp, sedang mrk jg punya pasukan buzzeRp. Kayak sedang perang sama dirinya sendiri..,” imbuhnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat menabuh genderang perang lawan buzzer. Aksi itu dilakukan partai oposisi tersebut setelah vokal menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Partai Demokrat menyampaikan kerap dihantam fitnah hingga percobaan pengambilalihan partai.

Berbagai tudingan dilayangkan sejumlah pihak kepada Partai Demokrat, termasuk serangan-serangan terhadap para politisinya.

Terakhir, bertebaran poster dan cuitan yang menuding Partai Demokrat berada di balik rencana aksi Jokowi End Game.

Politisi Demokrat, Andi Arief mengungkapkan, pihaknya sudah biasa mendapatkan ancaman dan fitnah.

Meski demikian, pihaknya tidak gentar untuk terus memberikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

“Fitnah dan ancaman adalah hal biasa pada kader dan Partai Demokrat. Namun tugas sebagai fungsi partai politik mengkritisi pemerintah harus tetap jalan,” tulis Andi Arief lewat twitternya pada Senin 26 Juli 2021 lalu.

Andi Arief pun mengaku Demokrat tak gentar menghadapi para buzzer yang diterjunkan untuk menyerang partainya.

Bahkan, Andi Arief menyatakan ‘perang’ melawan buzzer yang menurutnya justru merusak iklim demokrasi di Indonesia.

“Terhadap Buzzerp kita nyatakan perang, karena negara rusak belakang ini karena mereka,” ungkapnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati