Netral English Netral Mandarin
04:28wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Kritik Pertanyaan TWK Pegawai KPK, Fadli Zon: Mengganggu Ranah Privat

Kamis, 06-Mei-2021 23:30

Politisi Gerindra, Fadli Zon
Foto : YouTube
Politisi Gerindra, Fadli Zon
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pertanyaan-pertanyaan dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), beredar luas di media sosial.

Adapun daftar pertanyaan tes wawasan kebangsaan yang beredar terdiri dari dua bagian, yakni sikap setuju/tidak setuju dan juga menulis esai.

Berikut daftar pertanyaan dengan jawaban setuju/tidak.

1. Saya memiliki masa depan yang suram.2. Saya hidup untuk menebus dosa-dosa masa lalu.3. Semua orang China sama saja.4. Semua orang Jepang kejam.5. UU ITE mengancam kebebasan berpendapat.6. Agama adalah hasil pemikiran manusia.7. Alam semesta adalah ciptaan Tuhan.8. Nurdin M Top, Imam Samudra, Amrozi melakukan jihad.9. Budaya barat merusak moral orang Indonesia.10. Kulit berwarna tidak pantas menjadi atasan kulit putih.11. Saya mempercayai hal ghaib dan mengamalkan ajarannya tanpa bertanya-tanya lagi.12. Saya akan pindah negara jika kondisi negara kritis.13. Penista agama harus dihukum mati.14. Saya ingin pindah negara untuk kesejahteraan.15. Jika boleh memilih, saya ingin lahir di negara lain.16. Saya bangga menjadi warga negara Indonesia.17. Demokrasi dan agama harus dipisahkan.18. Hak kaum homoseks harus tetap dipenuhi.19. Kaum homoseks harus diberikan hukuman badan.20. Perlakuan kepada narapidana kurang keras. Harus ditambahkan hukuman badan.

Sementara untuk soal esai, pegawai KPK diberi pertanyaan mengenai Organisasi Papua Merdeka, gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia, Partai Komunis Indonesia, HTI, FPI, Rizieq Shihab, Narkoba, Kebijakan Pemerintah, dan LGBT.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dikritisi sejumlah pihak lantaran dinilai janggal dan mengada-ada. Apalagi, beredar kabar sebanyak 75 pegawai KPK, termasuk penyidik senior Novel Baswedan tidak lolos tes wawasan kebangsaan itu dan terancam diberhentikan oleh pimpinan KPK.

Kritik terhadap pertanyaan TWK bagi pegawai KPK juga dilontarkan oleh politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Menurutnya, sejumlah pertanyaan yang diajukan tidak ada hubungan dengan integritas, malah bisa mengganggu ranah privat kebebasan jalankan ajaran agama dan keyakinan yang dijamin konstitusi.

"Kalau benar pertanyaan-pertanyaan Tes Kebangsaan pegawai @KPK_RI seperti yang beredar itu, sungguh kita alami kemunduran dalam berbangsa," tulis Fadli di akun Twitternya, Rabu (5/5/2021).

"Sejumlah pertanyaan itu tak ada hubungan dengan integritas, malah bisa mengganggu ranah privat kebebasan jalankan ajaran agama dan keyakinan yang dijamin konstitusi," tegas @fadlizon.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P