Netral English Netral Mandarin
08:53 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Kronologi 6.000 Lebih Penduduk China Positif Terinfeksi Wabah Brucellosis

Jumat, 06-November-2020 14:42

Foto :
5

LANZHOU, NETRALNEWS.COM - Sebanyak delapan orang telah dimintai pertanggungjawaban atas insiden brucellosis di Lanzhou, Provinsi Gansu China Barat Laut. Pasalnya ada sebanyak 6.620 orang ditemukan terinfeksi brucellosis.

Insiden tersebut terjadi antara Juli dan Agustus 2019, ketika pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou menggunakan disinfektan kadaluwarsa dalam produksi vaksin Brucella, yang menyebabkan kebocoran aerosol yang mengandung bakteri di daerah tersebut.

Sebanyak 55.725 orang telah diuji sejauh ini di dekat pabrik, terhitung 97,5 persen dari total penduduk di Kecamatan Yanchang, daerah yang terkena dampak terparah. Sebanyak 6.620 telah dipastikan terinfeksi.



Delapan orang yang bertanggung jawab atas insiden di pabrik farmasi itu dipecat atau diperingatkan, kata seorang pejabat Biro Pertanian dan Urusan Pedesaan Lanzhou pada konferensi pers, dilansir dari laman Global Times, Jumat (6/11/2020).

Dana kompensasi pertama sebesar 10 juta yuan telah dialokasikan pada 24 September untuk pemantauan, diagnosis, pengobatan dan kompensasi bagi yang terinfeksi. Pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou berjanji untuk menjamin kompensasi dan kompensasi selanjutnya secara penuh.

Hingga 4 November, 126 pasien telah dirawat di 11 rumah sakit yang ditunjuk di Lanzhou. Kota ini telah membuka klinik khusus untuk orang-orang yang melaporkan gejala dan memberikan perawatan standar gratis, menurut Komisi Kesehatan Lanzhou.

"Lanzhou akan terus melakukan pengujian gratis untuk orang-orang yang harus diuji dan ingin diuji. Orang yang positif antibodi dan memiliki reaksi merugikan akan menerima pengobatan gratis dan standar dan akan diberikan pemantauan kesehatan jangka panjang dan perawatan seumur hidup," jelas Wakil Walikota Lanzhou, Wei Qingxiang.

 

Pemerintah daerah akan mendesak perusahaan untuk lebih mempercepat relokasi pabrik ke luar kota, untuk menghilangkan sumber bahaya yang tersembunyi, kata Wei.

Reporter : Martina
Editor : sulha